KOTA TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Banjir akibat cuaca ekstrem menghambat akses menuju sekolah di sejumlah wilayah Kota Tangerang.
Kondisi tersebut membuat Pemerintah Kota Tangerang memberlakukan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi sekolah-sekolah yang terdampak sejak Kamis 22 Januari hingga Jumat 23 Januari 2026.
Sejumlah sekolah yang telah menerapkan PJJ antara lain SMPN 24, SMPN 12, SMPN 27, SMPN 11, SMP Mandiri Jatiuwung, SMP PGRI, SDN Kunciran 9, SDN Pinang 5, SDN Pabuaran 2, SDN Cikoneng 7, dan SDN Larangan 11, serta sekolah lainnya yang terdampak.
Genangan air dengan ketinggian bervariasi dilaporkan terjadi di beberapa kawasan, di antaranya Periuk, Ciledug, Cipondoh, Karawaci, hingga Cibodas.
Selain merendam lingkungan sekolah, banjir juga menutup dan memperlambat akses jalan, sehingga aktivitas belajar mengajar secara tatap muka belum memungkinkan dilaksanakan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Wahyudi, menyampaikan bahwa hingga saat ini sedikitnya 37 sekolah telah melaporkan penerapan PJJ.
Data tersebut masih bersifat dinamis dan dapat bertambah sesuai perkembangan kondisi di lapangan.
“Banjir mengakibatkan fasilitas sekolah terdampak dan akses menuju sekolah terhambat. Oleh karena itu, pembelajaran tatap muka sementara dialihkan ke PJJ demi keselamatan seluruh warga sekolah,” ujarnya.
Ia menegaskan, kebijakan PJJ diberlakukan sebagai langkah antisipasi untuk menjaga keselamatan peserta didik, tenaga pendidik, serta tenaga kependidikan. PJJ bersifat sementara dan akan dicabut setelah situasi dinyatakan kembali kondusif.
Menurutnya, Pemerintah Kota Tangerang terus melakukan pemantauan di lapangan dan berkoordinasi dengan instansi terkait dalam penanganan dampak banjir. Pemerintah juga memastikan proses pembelajaran tetap berjalan meskipun dilakukan secara daring.
Editor Daru











