CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Keterbatasan anggaran menjadi tantangan dalam pelaksanaan asesmen aparatur sipil negara (ASN) di Kota Cilegon sebagai bagian dari penerapan manajemen talenta.
Terlebih, biaya asesmen untuk pejabat pimpinan tinggi pratama (JPT) atau eselon II tergolong cukup besar.
Kepala BKPSDM Kota Cilegon, Joko Purwanto, mengatakan kebutuhan anggaran asesmen sangat bergantung pada level jabatan.
Untuk pejabat eselon III dan IV, biaya asesmen relatif lebih rendah dibandingkan eselon II.
“Kelanjutannya kalo dia level eselon empat dan eselon tiga biayanya per orang itu cuman Rp590 ribu,” ujar Joko.
Sementara itu, untuk pejabat eselon II atau kepala dinas, biaya asesmen jauh lebih besar karena prosesnya lebih kompleks dan memerlukan waktu lebih lama.
“Untuk JPT itu berbeda untuk kepala dinas karena dia harus kompleks, satu orang harus dua hari, biayanya Rp5,3 juta per orang,” jelasnya.
Joko menambahkan, dalam penerapan manajemen talenta, BKPSDM Kota Cilegon sebelumnya telah mendapatkan fasilitas asesmen gratis dari BKN bagi ratusan ASN.
“Kita kan kemarin dapat 927 gratis dari BKN, termasuk yang 1.107 itu dialaminnya,” katanya.
Namun untuk kelanjutan asesmen, BKPSDM harus menyesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah. Tahun ini, anggaran yang tersedia untuk asesmen ASN tergolong terbatas.
“Tahun ini kita hanya ada anggaran sekitar Rp110 juta, paling itu cukup untuk asesmen eselon dua yang sudah habis hasil asesmennya,” tandas Joko.
Reporter : Adam Fadillah
Editor: Agung S Pambudi











