LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Dugaan penyimpangan pengelolaan Dana Program Indonesia Pintar (PIP) Tahun Anggaran 2024 mencuat di Kabupaten Lebak. Seorang pemerhati pendidikan wilayah Lebak Selatan, Taufik Ramdan, melaporkan dugaan korupsi dan pungutan liar (pungli) terkait PIP ke Polres Lebak.
Laporan tersebut menyoroti pengelolaan Dana PIP di SD Negeri 2 Sukatani, Kecamatan Wanasalam. Selain kepolisian, Taufik juga menyampaikan pengaduan resmi kepada Inspektorat Kabupaten Lebak sebagai bentuk pengawasan terhadap penggunaan dana pendidikan.
“Pelaporan ini dilakukan sebagai wujud kepedulian terhadap dunia pendidikan serta upaya melindungi hak-hak siswa penerima bantuan PIP yang bersumber dari APBN,” kata Taufik kepada RADARBANTEN.CO.ID, Senin 26 Januari 2026.
Dalam laporannya, Taufik mengungkapkan bahwa kartu PIP dan buku tabungan siswa diduga dikuasai pihak sekolah. Kondisi ini dinilai bertentangan dengan ketentuan, karena dokumen tersebut seharusnya dipegang langsung oleh siswa atau orang tua/wali.
“Kartu PIP dan buku tabungan baru diserahkan kepada siswa pada 19 Januari 2026, setelah muncul keluhan dari sejumlah orang tua terkait pengelolaan dana bantuan pendidikan,” ujarnya.
Pihak sekolah berdalih penguasaan buku tabungan dilakukan karena ada orang tua yang enggan menyimpan rekening, namun alasan tersebut dinilai tidak memiliki dasar hukum yang sah.
“Apapun alasannya, penguasaan kartu PIP dan buku tabungan oleh pihak sekolah tetap tidak dibenarkan. Hal ini bertentangan dengan prinsip transparansi dan berpotensi membuka ruang penyalahgunaan yang merugikan hak siswa,” tegas Taufik.
Selain itu, laporan juga mencantumkan pengakuan beberapa orang tua siswa yang menyebut dana PIP yang diterima tidak utuh. Dugaan pemotongan dan pungutan liar menjadi bagian dari materi laporan ke aparat penegak hukum.
Taufik berharap Polres Lebak dan Inspektorat Kabupaten Lebak menindaklanjuti laporan ini secara profesional dan transparan. Ia menilai pengusutan kasus ini penting agar penyaluran Dana PIP ke depan berjalan lebih akuntabel dan tepat sasaran.
Editor: Mastur Huda











