SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Meningkatnya aktivitas industri di Serang dan Cilegon turut berbanding lurus dengan risiko kecelakaan kerja. Cedera tulang, sendi, hingga trauma berat dapat terjadi kapan saja, sehingga penanganan medis cepat dan tepat menjadi kunci mencegah komplikasi jangka panjang.
Cedera akibat kecelakaan kerja umumnya menyerang sistem gerak tubuh. Beberapa kasus yang sering terjadi di lingkungan industri antara lain patah tulang akibat tertimpa benda berat, dislokasi sendi karena posisi tubuh yang salah saat bekerja, cedera ligamen dan tendon karena gerakan mendadak, cedera tulang belakang akibat jatuh dari ketinggian, hingga cedera jaringan lunak seperti memar dan robekan otot.
Gejala seperti nyeri hebat, pembengkakan, perubahan bentuk tulang atau sendi, sulit menggerakkan anggota tubuh, hingga mati rasa tidak boleh dianggap sepele. Pemeriksaan medis sedini mungkin menjadi langkah penting untuk mencegah dampak yang lebih berat.
“Banyak kasus cedera kerja terlihat ringan di awal, namun jika tidak diperiksa dengan tepat, dapat berkembang menjadi gangguan fungsi gerak jangka panjang. Karena itu, evaluasi medis sejak dini sangat penting,” ujar dr. Gustman Lumanda Sitanggang, Sp.OT, Dokter Spesialis Bedah Tulang Bethsaida Hospital Serang.
Dalam kasus cedera tulang dan sendi, terdapat masa krusial atau golden period pada beberapa jam pertama setelah kejadian. Penanganan cepat pada periode ini dapat mencegah berbagai komplikasi, seperti tulang menyambung tidak sempurna, kerusakan sendi berlanjut, infeksi pada luka terbuka, nyeri kronis, hingga gangguan mobilitas permanen.
Sebaliknya, penanganan yang tertunda berisiko memperpanjang masa pemulihan dan menurunkan peluang pasien untuk kembali bekerja secara normal.
Menjawab kebutuhan tersebut, Bethsaida Hospital Serang menghadirkan Trauma & Orthopedic Center sebagai pusat layanan penanganan cedera kerja dan kecelakaan secara komprehensif. Layanan ini didukung IGD dan ambulans 24 jam, fasilitas radiologi seperti X-ray, CT Scan, dan MRI, tindakan ortopedi untuk patah tulang dan cedera sendi, prosedur minimally invasive seperti arthroscopy, hingga operasi rekonstruksi tulang dan sendi.
Tak hanya berhenti pada tindakan medis, proses pemulihan dilanjutkan dengan rehabilitasi medik dan fisioterapi terintegrasi. Tahap ini menjadi penentu agar pasien dapat kembali memiliki kekuatan, fleksibilitas, dan fungsi gerak yang optimal.
Melalui kolaborasi dengan Bethsaida Hospital Gading Serpong, pasien juga mendapatkan program fisioterapi terarah, terapi nyeri pasca operasi, latihan penguatan otot, serta program return to work bertahap dengan pemantauan berkala.
“Kolaborasi layanan orthopedi dan rehabilitasi medik antar unit memastikan pasien tidak hanya sembuh dari cedera, tetapi juga kembali memiliki fungsi gerak yang optimal dan aman untuk beraktivitas kembali dalam satu ekosistem layanan terintegrasi,” jelas Direktur Bethsaida Hospital Serang, dr. Tirtamulya Juandi.
Gejala seperti nyeri hebat, pembengkakan, perubahan bentuk tulang atau sendi, sulit menggerakkan anggota tubuh, hingga mati rasa tidak boleh dianggap sepele. Pemeriksaan medis sedini mungkin menjadi langkah penting untuk mencegah dampak yang lebih berat.
“Banyak kasus cedera kerja terlihat ringan di awal, namun jika tidak diperiksa dengan tepat, dapat berkembang menjadi gangguan fungsi gerak jangka panjang. Karena itu, evaluasi medis sejak dini sangat penting,” ujar dr. Gustman Lumanda Sitanggang, Sp.OT, Dokter Spesialis Bedah Tulang Bethsaida Hospital Serang.
Dalam kasus cedera tulang dan sendi, terdapat masa krusial atau golden period pada beberapa jam pertama setelah kejadian. Penanganan cepat pada periode ini dapat mencegah berbagai komplikasi, seperti tulang menyambung tidak sempurna, kerusakan sendi berlanjut, infeksi pada luka terbuka, nyeri kronis, hingga gangguan mobilitas permanen.
Sebaliknya, penanganan yang tertunda berisiko memperpanjang masa pemulihan dan menurunkan peluang pasien untuk kembali bekerja secara normal.
Menjawab kebutuhan tersebut, Bethsaida Hospital Serang menghadirkan Trauma & Orthopedic Center sebagai pusat layanan penanganan cedera kerja dan kecelakaan secara komprehensif. Layanan ini didukung IGD dan ambulans 24 jam, fasilitas radiologi seperti X-ray, CT Scan, dan MRI, tindakan ortopedi untuk patah tulang dan cedera sendi, prosedur minimally invasive seperti arthroscopy, hingga operasi rekonstruksi tulang dan sendi.
Tak hanya berhenti pada tindakan medis, proses pemulihan dilanjutkan dengan rehabilitasi medik dan fisioterapi terintegrasi. Tahap ini menjadi penentu agar pasien dapat kembali memiliki kekuatan, fleksibilitas, dan fungsi gerak yang optimal.
Melalui kolaborasi dengan Bethsaida Hospital Gading Serpong, pasien juga mendapatkan program fisioterapi terarah, terapi nyeri pasca operasi, latihan penguatan otot, serta program return to work bertahap dengan pemantauan berkala.
“Kolaborasi layanan orthopedi dan rehabilitasi medik antar unit memastikan pasien tidak hanya sembuh dari cedera, tetapi juga kembali memiliki fungsi gerak yang optimal dan aman untuk beraktivitas kembali dalam satu ekosistem layanan terintegrasi,” jelas Direktur Bethsaida Hospital Serang, dr. Tirtamulya Juandi.
Gejala seperti nyeri hebat, pembengkakan, perubahan bentuk tulang atau sendi, sulit menggerakkan anggota tubuh, hingga mati rasa tidak boleh dianggap sepele. Pemeriksaan medis sedini mungkin menjadi langkah penting untuk mencegah dampak yang lebih berat.
“Banyak kasus cedera kerja terlihat ringan di awal, namun jika tidak diperiksa dengan tepat, dapat berkembang menjadi gangguan fungsi gerak jangka panjang. Karena itu, evaluasi medis sejak dini sangat penting,” ujar dr. Gustman Lumanda Sitanggang, Sp.OT, Dokter Spesialis Bedah Tulang Bethsaida Hospital Serang.
Dalam kasus cedera tulang dan sendi, terdapat masa krusial atau golden period pada beberapa jam pertama setelah kejadian. Penanganan cepat pada periode ini dapat mencegah berbagai komplikasi, seperti tulang menyambung tidak sempurna, kerusakan sendi berlanjut, infeksi pada luka terbuka, nyeri kronis, hingga gangguan mobilitas permanen.
Sebaliknya, penanganan yang tertunda berisiko memperpanjang masa pemulihan dan menurunkan peluang pasien untuk kembali bekerja secara normal.
Menjawab kebutuhan tersebut, Bethsaida Hospital Serang menghadirkan Trauma & Orthopedic Center sebagai pusat layanan penanganan cedera kerja dan kecelakaan secara komprehensif. Layanan ini didukung IGD dan ambulans 24 jam, fasilitas radiologi seperti X-ray, CT Scan, dan MRI, tindakan ortopedi untuk patah tulang dan cedera sendi, prosedur minimally invasive seperti arthroscopy, hingga operasi rekonstruksi tulang dan sendi.
Tak hanya berhenti pada tindakan medis, proses pemulihan dilanjutkan dengan rehabilitasi medik dan fisioterapi terintegrasi. Tahap ini menjadi penentu agar pasien dapat kembali memiliki kekuatan, fleksibilitas, dan fungsi gerak yang optimal.
Melalui kolaborasi dengan Bethsaida Hospital Gading Serpong, pasien juga mendapatkan program fisioterapi terarah, terapi nyeri pasca operasi, latihan penguatan otot, serta program return to work bertahap dengan pemantauan berkala.
“Kolaborasi layanan orthopedi dan rehabilitasi medik antar unit memastikan pasien tidak hanya sembuh dari cedera, tetapi juga kembali memiliki fungsi gerak yang optimal dan aman untuk beraktivitas kembali dalam satu ekosistem layanan terintegrasi,” jelas Direktur Bethsaida Hospital Serang, dr. Tirtamulya Juandi.











