PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Masjid Baitul Arsy yang berada di Kampung Pasir Angin, Kelurahan Pagerbatu, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi salah satu masjid kuno yang sarat nilai sejarah.
Masjid yang berdiri di lereng Gunung Karang itu diperkirakan telah berusia sekitar 300 tahun. Warga setempat meyakini, masjid tersebut pernah menjadi tempat berkumpulnya para Wali Songo.
Keberadaan masjid kuno ini kerap menarik perhatian warga maupun pengunjung dari luar daerah. Banyak yang datang sekadar melihat bangunan bersejarah itu, sekaligus merasakan suasana religius yang masih kental.
Salah satu tokoh masyarakat sekaligus pengurus masjid, Majali, mengatakan, berdasarkan cerita turun-temurun, Masjid Baitul Arsy diduga telah ada sejak abad ke-17.
“Pendirinya enggak tahu siapa, masyarakat di sini juga tidak tahu, orang tua dulu pun tidak tahu. Dari beberapa pendapat ada yang bilang abad ke-17, kurang lebih 300 tahunan,” kata Majali, Rabu 25 Februari 2026.
Ia menjelaskan, secara lisan masjid tersebut juga diyakini pernah menjadi tempat berkumpulnya para Wali Songo pada masanya.
Masjid itu, lanjut dia, mampu menampung sekitar 200 jemaah.
“Masjid ini bisa menampung kurang lebih 200 jemaah, ya cukup,” ujarnya.
Dari sisi bangunan, arsitektur masjid masih dipertahankan. Struktur utama terbuat dari kayu nangka yang hingga kini tetap kokoh dan terus dirawat. Bahkan, menurut Majali, masjid tersebut telah berstatus sebagai cagar budaya.
“Bedug dan kentongan ini juga sudah ada dari dulu, satu paket. Paling yang diganti hanya kulit bedugnya saja,” ucapnya.
Di bagian belakang masjid terdapat sumber mata air yang masih mengalir dan biasa dimanfaatkan jemaah untuk berwudu maupun mandi.
Majali menambahkan, pengunjung yang datang tidak hanya dari wilayah Banten, tetapi juga dari luar daerah seperti Aceh, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur.
“Dari Aceh, Jawa Tengah, Jawa Timur pada datang ke sini. Biasanya mereka ke sini mandi dan I’tikaf saja,” katanya.
Ia menyebut, banyak pengunjung merasakan suasana berbeda saat berada di Masjid Baitul Arsy. Mereka mengaku merasa lebih tenang dan sejuk saat melaksanakan salat maupun I’tikaf di masjid bersejarah tersebut.
Editor: Abdul Rozak











