KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID- Kecamatan Pamulang menjadi wilayah pertama di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang berhasil mencapai 100 persen sertifikasi RW bebas jentik.
Capaian tersebut diumumkan
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangsel, Bambang Noertjahjo, dalam kegiatan Gebyar Jumantik yang digelar dalam rangka ASEAN Dengue Day (ADD) 2026 di Puspemkot Tangsel, di ruang Blandongan, Pusat Pemerintahan Kota Tangsel, Kamis 25 Juni 2026, pukul 09.00 WIB.
Bambang mengatakan, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Tangsel per 20 Juni 2026, seluruh 157 RW di Kecamatan Pamulang telah dinyatakan lulus sertifikasi RW bebas jentik.
“Capaian ini menjadikan Pamulang sebagai percontohan dalam upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1),” ujar Sekda.
Bambang memuji keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, kader jumantik, pengurus RW, serta masyarakat yang konsisten menjalankan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan gerakan 3M Plus.
“Keberhasilan ini harus menjadi motivasi bagi kecamatan lain untuk terus meningkatkan upaya pemberantasan sarang nyamuk. Pencegahan DBD membutuhkan keterlibatan aktif seluruh masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, enam kecamatan lainnya masih terus meningkatkan capaian sertifikasi RW bebas jentik. Kecamatan Setu telah mencapai 64,58 persen, Pondok Aren 54,35 persen, Ciputat 50,48 persen, Serpong Utara 44,74 persen, Ciputat Timur 44,44 persen, dan Serpong 33,88 persen.
Dalam kesempatan tersebut juga dipaparkan hasil silent survey 2025 di Kecamatan Pamulang. Dari delapan kelurahan yang menjadi sampel, tiga di antaranya berhasil melampaui target Angka Bebas Jentik (ABJ) di atas 95 persen, yakni Kelurahan Benda Baru sebesar 97,10 persen, Pamulang Timur 96,76 persen, dan Bambu Apus 95,22 persen.
Sedangkan Kelurahan Pondok Cabe Ilir, Kedaung, Pondok Cabe Udik, Pamulang Barat, dan Pondok Benda masih mencatat ABJ di bawah target 95 persen sehingga menjadi fokus pembinaan dan evaluasi lebih lanjut.
Bambang menegaskan, silent survey dilakukan sebagai evaluasi pasca-sertifikasi RW bebas jentik agar kualitas pengendalian DBD tetap terjaga dan tidak hanya berhenti pada proses sertifikasi.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus membudayakan Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik dan rutin melakukan PSN di lingkungan masing-masing.
“Jangan bilang peduli DBD kalau belum melaksanakan PSN di rumah sendiri. Pencegahan harus dimulai dari rumah dan menjadi kebiasaan seluruh warga,” tegasnya.
Melalui capaian Pamulang tersebut, Pemerintah Kota Tangsel optimistis seluruh kecamatan dapat segera menyusul sehingga target mewujudkan lingkungan bebas jentik dan menekan angka kasus DBD dapat tercapai.
Reporter: Syaiful Adha
Editor: AGung S Pambudi











