PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Penjualan buah di Pasar Pandeglang dikeluhkan sejumlah pedagang selama Ramadan 2026. Mereka menyebut omzet pedagang buah turun hingga 30 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Salah satu pedagang buah, Mudi, mengatakan kondisi Ramadan tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang biasanya identik dengan lonjakan permintaan.
“Turunnya kurang lebih 30 persen. Padahal biasanya bulan puasa banyak yang cari buat buka puasa,” kata Mudi saat ditemui di lapaknya, Senin, 2 Maret 2026.
Menurutnya, penurunan omzet pedagang buah di Pandeglang dipengaruhi oleh melemahnya daya beli masyarakat. Selain itu, terbatasnya stok sejumlah komoditas juga berdampak pada penjualan.
Ia mencontohkan, jeruk yang menjadi salah satu buah favorit saat Ramadan kini lebih sulit diperoleh dalam jumlah banyak.
“Biasanya ukuran jeruk 1 kilogram bisa isi 10, sekarang paling ada yang isi 8. Jeruk kecil juga lagi langka,” ujarnya.
Keterbatasan stok membuat harga jual ikut naik. Jika sebelumnya jeruk dijual sekitar Rp25 ribu per kilogram, kini harganya mencapai Rp30 ribu per kilogram.
“Stok berkurang, jadi kita jual yang harganya agak tinggi,” jelasnya.
Tak hanya jeruk, sejumlah buah lain seperti kurma, anggur, dan lengkeng juga mengalami kenaikan harga serta mulai terbatas di pasaran. Meski demikian, ada pula komoditas yang kenaikannya relatif stabil.
“Kalau nanas atau buah naga masih ada kenaikan, tapi nggak terlalu kencang. Paling beda Rp2.000 sampai Rp3.000 dari tahun kemarin,” ungkap Mudi.
Ia menuturkan, jeruk, nanas, dan buah naga masih menjadi komoditas paling banyak dicari pembeli untuk kebutuhan berbuka puasa, baik untuk dikonsumsi langsung maupun diolah menjadi takjil dan selai.
Para pedagang berharap pasokan buah kembali stabil agar harga bisa kembali normal dan daya beli masyarakat meningkat selama Ramadan 2026 di Kabupaten Pandeglang.
“Harapannya barang tersedia terus, biar pembeli juga nggak kecewa dan harga bisa stabil lagi,” pungkasnya.
Editor: Mastur Huda











