RADARBANTEN.CO.ID – Harga emas batangan bersertifikat Antam produksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mengalami koreksi tipis pada perdagangan Selasa 3 Maret 2026. Meskipun melandai, harga si kuning terpantau masih bertahan di level psikologis tertingginya seiring dengan memanasnya tensi perang antara Iran melawan koalisi AS-Israel dalam 72 jam terakhir.
Berdasarkan data terbaru dari aplikasi Brankas Antam pagi ini, harga emas fisik terkoreksi sebesar Rp 13.000 per gram dari posisi puncaknya. Saat ini, harga emas fisik berada di level Rp 3.122.000 per gram dari harga sebelumnya yang sempat menyentuh Rp 3.135.000 per gram.
Rincian Harga Emas Antam Hari Ini
Penurunan harga ini terjadi secara merata baik pada emas fisik maupun layanan investasi digital BRANKAS. Berikut rincian lengkapnya:
* Emas Fisik: Rp 3.122.000 per gram (Turun Rp 13.000)
* Emas BRANKAS: Rp 3.064.120 per gram (Turun dari Rp 3.077.120)
Analisis: Konsolidasi di Tengah ‘Zona Merah’ Geopolitik
Para analis menilai penurunan Rp 13.000 ini merupakan aksi profit taking atau ambil untung yang sangat wajar setelah emas mengalami reli panjang akibat eskalasi militer di Timur Tengah. Meski turun, posisi harga di level Rp 3,12 juta per gram ini tetap mencerminkan tingginya kekhawatiran pasar dunia.
Situasi perang antara Iran dan AS-Israel yang meletus dua hari terakhir telah mengubah emas menjadi instrumen yang paling diburu. Koreksi pagi ini dianggap sebagai momen “tarik napas” pasar sebelum harga diprediksi kembali meloncat jika terjadi serangan balasan atau eskalasi konflik yang lebih luas.
Saran bagi Investor: Siap-siap Melompat Lagi?
Bagi para investor, harga Rp 3,12 juta masih dikategorikan sebagai area beli yang kuat bagi mereka yang percaya bahwa konflik global belum akan mereda dalam waktu dekat. Strategi buy on weakness (beli saat harga melemah) bisa menjadi pilihan bijak sebelum harga kembali terbang menembus rekor baru.
Masyarakat diimbau untuk terus memantau pembaruan harga secara real-time melalui aplikasi Brankas Antam, mengingat volatilitas harga saat ini sangat bergantung pada berita terbaru dari zona konflik Timur Tengah.
Reporter : Yusuf Permana Editor : Aas Arbi











