SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Pemerintah Desa (Pemdes) Kadugenep, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang meminta pemerintah pusat mencarikan solusi bagi desa-desa yang tidak memiliki lahan untuk dibangun gerai Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.
Hal itu agar adanya program Kopdes Merah Putih bisa dirasakan oleh seluruh desa di Kabupaten Serang.
Kepala Desa Kadugenep, Kecamatan Petir, Muhammad Aopidi, kebijakan dari pemerintah pusat terkait pembangunan gerai Kopdes Merah Putih menyasar seluruh desa di Kabupaten Serang.
Akibat adanya program tersebut, dana desa mengalami peemangkasan sebesar 58 persen untuk pembiayaan program KDMP selama enam tahun.
“Bagi yang memiliki tanah bengkok tentunya merasakan manfaat dari pemotomgan dana desa. Tapi bagi desa saya yang tidak memiliki tanah bengkok, tanah pemerintah kabupaten Serang, tanah Pemprov atau milik BUMN, ini terasa tidak adil,” katanya, Selasa 3 Maret 2026.
Untuk itu, Aopidi meminta agar pemerintah pusat segera mencarikan solusi bagi desa-desa yang tidak memiliki tanah untuk dibangun gerai Kopdes Merah Putih.
Sehingga dampak pemotongan dana desa bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di desa.
“Jadi kalau ada pembangunan, meskipun dipotong kelihatan fisiknya. Jang sampai dipotong mah ia, tapi pembangunannya tidak ada,” ujarnya.
Ia mengatakan, setiap tahunnya, dana desa harus membayar sekitar Rp600 juta sampai Rp800 juta untuk pembiayaan pembangunan gerai Kopdes Merah Putih. Bahkan pemotongan dilakukan selama enam tahun ke depan.
“Kalau tidak ada solusinya ini tentu sangat tidak adil bagi kita, dipotong selama enam tahun, tapi gedungnya tidak dibangun,” ujarnya.
Aopidi mengaku, sudah menyampaikan beberapa kali kepada pemerintah Kabupaten Serang agar segera dicarikan solusi untuk desa-desa yang belum memiliki lahan. Hal ini agar nantinya memberikan kepastian hukum bagi desa-desa yang belum memiliki lahan.
Namun demikian, solusi yang diberikan justru sangat amat sulit untuk direalisasikan.
Pemerintah desa diminta nta mencari masyarakat yang secara sukarela mau menghibahkan tahannya untuk pembangunan Kopdes Merah Putih.
“Kita sering menanyakan, ketua Kopdes Merah Putih juga sudah sering menanyakan. Tapi sejauh ini solusi yang diberikan Dita diminta mencari masyarakat yang mau menghibahkan tanahnya 1.000 meter. Nah ini sulit, siapa yang mau menghibahkan lahan strategis sampai 1.000 meter,” ujarnya.
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agung S Pambudi











