PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Peminat alat kontrasepsi kondom sebagai metode KB pria di Kabupaten Pandeglang masih tergolong rendah.
Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Pandeglang mencatat, capaian penggunaan kondom baru sekitar 46 persen.
Kepala Bidang Keluarga Berencana DP2KBP3A Kabupaten Pandeglang, Imas mengatakan, minat masyarakat terhadap KB pria masih kalah dibandingkan akseptor wanita.
“Karena peminat akseptor wanita lebih banyak dibandingkan pria. Kalau dipresentasikan masih di angka 46 persen, ini target tahun kemarin. Mudah-mudahan tahun ini bisa melebihi dari angka 50 persen,” kata Imas, Kamis 5 Maret 2026.
Menurutnya, ketersediaan kondom sebagai alat kontrasepsi sebenarnya cukup banyak. Namun, minat pria untuk menggunakan metode KB tersebut masih relatif rendah.
“Apabila masyarakat ingin menggunakan alat kontrasepsi kondom karena istrinya tidak ingin ber-KB, kami bisa memfasilitasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pasokan alat kontrasepsi di Pandeglang berasal dari pengiriman Perwakilan BKKBN Provinsi Banten. Jumlahnya disesuaikan dengan usulan pelayanan KB yang diajukan oleh daerah.
Imas menuturkan, untuk kebutuhan alat kontrasepsi suntik dan pil KB biasanya diusulkan masing-masing sebanyak 3.000 unit. Sementara untuk alat kontrasepsi jenis IUD dan implan menyesuaikan dengan ketersediaan di BKKBN Provinsi Banten.
“Kalau kondom biasanya kita mengusulkan satu gros yang isinya 20 kotak kecil. Dalam satu kali pengusulan biasanya sekitar 100 sampai 300 gros,” ucapnya.
Editor: Bayu Mulyana











