SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten tengah menyisir data warga Indonesia asal Banten yang berada di Iran. Pemprov Banten berusaha memastikan keselamatan warganya.
Melalui Badan Penghubung Provinsi Banten, pemerintah daerah memperkuat koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI guna memastikan kondisi dan keselamatan warga Banten yang berada di Iran.
Kepala Badan Penghubung Provinsi Banten, Ika Sri Erika mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi langsung dengan Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI), Kemlu RI, di Jakarta untuk memantau perkembangan situasi di Iran.
“Masih dipantau dan didata persisnya,” kata Ika, Jumat, 6 Maret 2026.
Menurutnya, Direktorat PWNI masih menjalankan instruksi Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, untuk menyiapkan langkah-langkah perlindungan bagi warga negara Indonesia (WNI), termasuk asal Banten, yang berada di kawasan konflik.
Ika menjelaskan, situasi keamanan di Timur Tengah saat ini terus berkembang secara dinamis, sehingga pemerintah daerah terus memperbarui informasi melalui koordinasi dengan Pemerintah Pusat.
“Saat ini situasi di Timur Tengah terus berkembang secara dinamis. Kami memastikan komunikasi antara Pemprov Banten dan Kemlu tetap terbuka untuk memantau perkembangan evakuasi ke depan,” ujarnya.
Kondisi keamanan di Iran sulit diprediksi. Kemlu RI berkomitmen memberikan pembaruan informasi secara berkala kepada Badan Penghubung Provinsi Banten, termasuk terkait jadwal evakuasi dan daftar warga Indonesia yang akan dipulangkan ke Tanah Air.
Pemprov Banten menilai, langkah tersebut penting untuk memberikan kepastian informasi kepada keluarga warga Banten yang berada di luar negeri.
“Kami akan terus mengomunikasikan setiap perkembangan kepada publik dan keluarga di Banten. Keselamatan warga kami menjadi prioritas utama,” jelasnya.
Editor: Agus Priwandono











