SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menebar 59 ton beras dari Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) 5.900 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di delapan kabupaten/kota di Tanah Jawara. Puluhan ton beras itu dibagikan sebagai upaya mencegah inflasi, khususnya ditengah ketegangan global saat ini.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten, Muhammad Nasir, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan ini menyasar kelompok masyarakat paling rentan yang tercatat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), khususnya mereka yang berada pada kategori desil 1 dan desil 2.
“Setiap keluarga menerima 10 kilogram beras dan satu kilogram ayam beku. Jumlah penerima ini kami tentukan secara presisi berdasarkan data DTSEN agar tepat sasaran,” ujar Nasir, Senin 9 Maret 2026.
Untuk memastikan bantuan tidak salah alamat, Pemprov Banten menggandeng PT Pos Indonesia sebagai mitra pengiriman. Sistem barcode diterapkan dalam proses distribusi guna memvalidasi data penerima secara real-time.
Hingga saat ini, bantuan telah menjangkau titik-titik krusial seperti Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, Kota Serang, dan Kota Cilegon. Secara rinci, Kabupaten Tangerang menerima alokasi terbesar dengan 1.610 KPM, disusul Kabupaten Lebak dengan 981 KPM, dan Kabupaten Pandeglang sebanyak 925 KPM.
Sementara itu, wilayah perkotaan seperti Tangerang Selatan, Kota Tangerang, dan Cilegon juga mendapatkan porsi sesuai tingkat kerentanan pangan di wilayah masing-masing.
Nasir menambahkan, program ini merupakan instrumen penting untuk menekan kerentanan pangan di lapisan masyarakat bawah. Saat ini, stok CPP Banten yang tersimpan di gudang Bulog masih terjaga di angka 406 ton.
Guna memperkuat ketahanan tersebut, Pemprov telah menyiapkan tambahan anggaran sebesar Rp1 miliar pada tahun 2026. “Prosesnya sedang berjalan, mudah-mudahan Maret ini stok cadangan pangan kita sudah bisa bertambah lagi,” imbuhnya.
Editor: Bayu Mulyana











