CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 80 kapal fery disiapkan untuk melayani penyeberangan Jawa-Sumatera selama arus mudik Lebaran 2026.
Armada tersebut akan dioperasikan di sejumlah pelabuhan di wilayah Banten guna mengantisipasi lonjakan penumpang dan kendaraan.
Hal tersebut disampaikan oleh Pelaksana Harian (PH) Kepala Kantor KSOP Kelas I Banten, Irjen Pol Hermanta, saat pemaparan dalam kunjungan kerja spesifik Komisi V DPR RI di kawasan Pelabuhan Merak, Kamis, 12 Maret 2026.
Hermanta menjelaskan, puluhan kapal tersebut akan dioperasikan dan disebar ke beberapa pelabuhan sesuai dengan kebutuhan atau demand masyarakat selama masa mudik.
“Sebagaimana disampaikan, saat ini dioperasikan sekitar 80 kapal yang disebarkan ke beberapa daerah sesuai dengan demand dari masyarakat,” ujarnya.
Ia mengatakan, armada kapal yang beroperasi di lintasan Merak–Bakauheni memiliki karakteristik yang cukup beragam, termasuk dari sisi usia kapal yang berkisar antara 30 hingga 40 tahun.
Meski demikian, kapal-kapal tersebut dipastikan tetap memenuhi standar operasional dan keselamatan pelayaran.
“Untuk kapal di Merak cukup variatif. Umur kapal berkisar 30 sampai 40 tahun, namun tetap beroperasi sesuai standar pelayanan,” katanya.
Dari total 80 kapal yang disiapkan, sebanyak 68 kapal merupakan milik PT ASDP Indonesia Ferry, kemudian 10 kapal jenis Landing Craft Tank (LCT), serta dua kapal ALP.
Dari sisi distribusi operasional, kapal-kapal tersebut ditempatkan di beberapa pelabuhan utama untuk menunjang kelancaran arus mudik.
Sebanyak 47 kapal ditempatkan di Pelabuhan Merak, 12 kapal di Pelabuhan Ciwandan, dan 14 kapal di Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ).
Dua kapal lain juga disiapkan sebagai armada cadangan yang dapat dioperasikan sewaktu-waktu jika terjadi lonjakan kendaraan, khususnya di Pelabuhan Ciwandan.
“Dua kapal disiapkan sebagai cadangan apabila terjadi peningkatan di Ciwandan. Selain itu terdapat dua kapal ALP serta lima kapal yang saat ini masih dalam proses perbaikan,” jelasnya.
Editor: Agus Priwandono











