PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sosok Adi Fikri Humaidi kini dikenal sebagai entrepreneur, trainer, sekaligus praktisi digital marketing asal Kabupaten Pandeglang. Namun sebelum aktif membantu pelaku usaha di dunia digital, Adi lebih dulu mengawali kariernya sebagai seorang jurnalis.
Pria kelahiran 31 Juli 1988 itu memulai perjalanan profesionalnya saat masih duduk di bangku kuliah Fakultas Hukum Universitas Mathla’ul Anwar. Pada 2009, Adi menjalani magang sebagai wartawan di Radar Banten selama kurang lebih enam bulan.
Setelah menyelesaikan masa magang, Adi mengikuti program ANTARA Goes to Campus yang diselenggarakan oleh LP3M Mathla’ul Anwar bekerja sama dengan LKBN ANTARA. Dari program tersebut, ia keluar sebagai peserta terbaik dan mendapat tawaran untuk menjadi reporter.
“Dari Januari 2010 sampai Januari 2013 saya resmi jadi reporter LKBN ANTARA,” kata Adi, Selasa 7 April 2026.
Menurut Adi, ketertarikannya pada dunia digital marketing berawal dari kebiasaan lama yang memang sudah melekat dalam dirinya, yakni suka berjualan dan membangun relasi. Bahkan, saat masih aktif sebagai jurnalis, ia mengaku sudah memiliki naluri bisnis.
“Pada dasarnya saya memang senang jualan, senang dagang. Dari dulu memang suka bisnis,” ujarnya.
Adi menuturkan, saat masih menjadi jurnalis di LKBN ANTARA, ia sempat mengikuti pelatihan digital marketing di Jakarta. Awalnya, ilmu itu ia pelajari untuk membantu pemasaran usaha home decor milik istrinya secara online.
Namun, momentum politik pada sekitar tahun 2014 justru membuka peluang baru. Saat promosi caleg melalui media sosial masih dianggap belum efektif, Adi justru melihatnya sebagai kesempatan bisnis yang menjanjikan.
“Waktu itu orang belum terlalu banyak main promosi di media sosial. Saya justru lihat ini peluang besar ke depan,” ungkapnya.
Berbekal proposal penawaran jasa, Adi mulai mendatangi sejumlah caleg untuk menawarkan pembuatan poster, video profil, hingga strategi personal branding di media sosial. Sejumlah caleg dari berbagai partai tertarik, bahkan ada yang memintanya bergabung menjadi tim promosi secara khusus.
Setelah cukup lama berkecimpung di dunia promosi politik, Adi mengaku mulai jenuh. Ia pun memutuskan kembali ke niat awalnya, yakni membantu bisnis istrinya. Sejak 2015, ia fokus mengembangkan pemasaran digital untuk usaha home decor yang dijalankan keluarganya.
Dari pengalaman tersebut, Adi melihat banyak pelaku UMKM di Pandeglang yang memiliki produk bagus, tetapi belum memahami cara menjualnya secara online. Ia pun mulai menawarkan jasa pendampingan digital, mulai dari pembuatan foto dan video produk, pembukaan toko di marketplace, hingga pembuatan profil usaha.
“Ternyata responsnya bagus. Banyak UMKM yang minta dibantu untuk beralih dari pemasaran konvensional ke digital,” katanya.
Seiring meningkatnya permintaan, Adi kemudian memperkuat kapasitasnya dengan mengantongi sertifikasi BNSP di bidang digital marketing. Setelah itu, ia membentuk tim bisnis bernama AFH Digital Advertising yang kini fokus membantu pelaku UMKM go digital melalui workshop, seminar, hingga pendampingan privat.
Adi menyebut, tantangan terbesar dalam dunia digital marketing maupun affiliate saat ini bukan semata soal teknis, melainkan soal konsistensi.
“Kalau ditanya sulit, sebenarnya nggak. Tantangannya itu lebih ke konsistensi dan kesabaran, karena kita juga bergantung pada algoritma platform,” ujarnya.
Kini, selain aktif di dunia pelatihan dan pendampingan bisnis, Adi juga rutin membagikan edukasi melalui kanal YouTube dan TikTok pribadinya. Bahkan pada Juni 2025, ia resmi memperoleh sertifikasi dari TikTok sebagai Certified Education Mentor TikTok Shop by Tokopedia.
Kepada generasi muda, Adi berpesan agar tak hanya menunggu lowongan kerja, tetapi mulai belajar bisnis dan memanfaatkan peluang digital. “Kalau nggak dimanfaatkan, sayang. Sekarang peluang di dunia digital itu terbuka lebar,” tutupnya.
Editor: Bayu Mulyana











