CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Cilegon memanggil seluruh anggota DPRD Fraksi PPP Kota Cilegon untuk menjalani proses klarifikasi terkait ketidakhadiran dalam sejumlah agenda kepartaian.
Pemanggilan tersebut dilakukan sebagai upaya organisasi untuk meminta penjelasan dari para anggota fraksi mengenai absennya mereka dalam beberapa kegiatan internal partai.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Banten, selain menjalani klarifikasi, sejumlah anggota Fraksi PPP DPRD Kota Cilegon juga menerima surat peringatan (SP) dari DPC PPP Kota Cilegon.
Proses klarifikasi yang berlangsung merupakan pemanggilan tahap kedua setelah sebelumnya DPC PPP Kota Cilegon melakukan upaya serupa.
Ketua DPC PPP Kota Cilegon Tohir mengatakan, agenda klarifikasi kedua dilaksanakan pada Senin 20 Juli 2026 di Kantor DPC PPP Kota Cilegon. Kegiatan tersebut berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 15.00 WIB.
Dalam agenda tersebut, dua anggota Fraksi PPP DPRD Kota Cilegon, yakni Novi Gojali dan Syaeful Bahri, hadir memenuhi undangan klarifikasi.
“Hari ini merupakan undangan klarifikasi yang kedua. Yang hadir ada dua anggota fraksi, yakni Bapak Novi Gojali dan Bapak Syaeful Bahri,” kata Tohir.
Tohir menjelaskan, pemanggilan dilakukan lantaran terdapat sejumlah anggota fraksi yang tidak menghadiri agenda kepartaian, salah satunya seremoni Musyawarah Cabang (Muscab) PPP di Serang yang dihadiri langsung oleh Ketua Umum PPP.
“Pada saat seremoni Muscab di Serang yang dihadiri langsung Ketua Umum, anggota dewan diundang tetapi tidak hadir. Ada yang memberikan klarifikasi karena ada kegiatan kedewanan, ada juga yang kurang sehat,” ujarnya.
Menurutnya, sebelum pelaksanaan Muscab DPC PPP Kota Cilegon, pihaknya yang saat itu masih menjabat Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPC juga telah mengundang seluruh anggota Fraksi PPP untuk menghadiri rapat persiapan Muscab.
Namun, kata Tohir, undangan tersebut tidak dihadiri oleh para anggota fraksi.
“Lagi-lagi kami sebagai Plt mengundang fraksi dalam rangka persiapan Muscab, tetapi tidak ada yang hadir,” ucapnya.
Setelah Muscab selesai dan kepengurusan baru terbentuk, DPC PPP Kota Cilegon kembali melayangkan undangan klarifikasi kepada anggota fraksi yang dinilai tidak menghadiri sejumlah agenda partai.
“Ini dalam rangka klarifikasi terkait ketidakhadiran mereka sebagai pengurus DPC PPP Kota Cilegon,” katanya.
Tohir menegaskan, anggota fraksi yang belum hadir dalam pemanggilan kedua akan kembali diundang untuk menjalani klarifikasi tahap ketiga.
Menurutnya, mekanisme tiga kali pemanggilan merupakan bagian dari prosedur organisasi sebelum DPC PPP menyampaikan rekomendasi kepada Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) maupun Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP.
“Yang tidak hadir hari ini akan kami undang lagi untuk ketiga kalinya. Karena batas klarifikasi itu tiga kali, begitu juga peringatan tiga kali,” ujarnya.
Editor: Mastur Huda











