CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID – Sandra Windalina Zuhana menemani ibunya, Masliyah menjalani rawat inap di Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) Cilegon. Ibunya alami diabetes sehingga harus menjalani operasi.
Saat ditemui, Sandra bersama adiknya sedang menemani ibunya menjalani proses perawatan pasca operasi. Sandra menceritakan, sebelum masuk rumah sakit, ibunya menderita bisul. Tak disangka, saat dibawa ke rumah sakit, ibunya harus langsung menjalani perawatan intensif di IGD.
Bukan semata-mata karena bisulnya, tapi karena diabetes yang diderita warga Anyer, Kecamatan Anyar, Kabupaten Serang tersebut. Beruntung seluruh biaya pengobatan dari operasi hingga rawat inap sepenuhnya ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
Sehingga, Sandra dan keluarga tak perlu memikirkan besarnya biaya rumah sakit yang harus ditanggung.
“Alhamdulillah pelayanan juga cepat, dapat kamar juga cepat yang penting syarat pendaftaran lengkap. Dan yang paling penting status kepesertaan kita aktif,” ujar Sandra.
Operasi tersebut bukan kali pertama, diceritakan Sandra, ibunya juga pernah menjalani operasi akibat penyakit yang sama di Rumah Sakit Kurnia Cilegon.
Saat itu pun, biaya operasi dan seluruh pengobatan ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
Karena itu, Sandra menilai, iuran sebesar Rp300 ribu per bulan untuk satu keluarga sangat sepadan dengan manfaat yang diterima.
“Saya kelas dua, iuran cuma Rp300 ribuan untuk satu KK, tapi bill yang dibayar sampai jutaan, kemarin saja bill nya sampai Rp16 juta,” tutur Sandra.
Sandra mengaku bersyukur dengan adanya BPJS Kesehatan. Menurutnya, program itu menjadi solusi yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
Masyarakat di perkampungan sangat jauh dari akses asuransi. Dan kalau pun ada, premi yang harus dibayar cukup mahal.
Dengan adanya BPJS Kesehatan, dengan iuran terjangkau, masyarakat bisa mendapatkan pelayanan medis yang sangat memadai.
“Ga di beda-bedakan (dengan pasien non-BPJS Kesehatan) semua palayanan sama, bahkan terasa lebih baik ditanganinnya,” tuturnya. (*)











