SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang menunjukan tren peningkatan di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
Tercatat, selama periode bulan Juli dan Agustus 2025, puskesmas Jawilan menangani sebanyak 11 kasus positif BDB dan 3 kasus suspek DBD.
Jumlah tersebut sama dengan jumlah kasus selama satu semester dari Januari hingga Juni 2025 yakni mencapai 14 kasus di Kabupaten Serang.
Kepala Puskesmas Jawilan, Imas Migiarti mengatakan, jika jumlah kasus DBD di Kecamatan Jawilan mengalami tren peningkatan apabila dibandingkan dengan data tahun 2024 lalu.
Di tahun 2024, ada sebanyak 24 kasus DBD terjadi di Kecamatan Jawilan. Sementara hingga bulan Agustus ini, telah terjadi sebanyak 25 kasus positif DBD dengan 3 kasus lainnya merupakan suspek DBD.
“Ada peningkatan, pertengahan tahun saja ada sebanyak 14 kasus, lalu dari pertengahan tahun sampai Agustus sudah ada tambahan 11 kasus, total ada sebanyak 25 kasus positif. Lalu ada 3 kasus dinyatakan merupakan kasus suspek,” katanya, Minggu 24 Agustus 2025.
Ia mengungkapkan, meningkatnya kasus DBD di Kabupaten Serang dipengaruhi oleh kondisi cuaca yang tidak menentu. Dimana saat ini Kabupaten Serang masuk pada musim kemarau basah sehingga memudahkan nyamuk penyebab DBD berkembang biak.
“Ada hujan juga, jadi kita membutuhkan energi yang sangat besar untuk menghadapi DBD yang di semua wilayah ada. Faktor utama memang musim, lalu dari lingkungan juga yang mempengaruhi DBD, jadi kita harus menjaga kebersihan lingkungan intinya,” ujarnya.
Ia mengungkapkan meskipun kasusnya cukup tinggi, namun penanganannya dapat dilaksanakan dengan maksimal. Kasus pada tahun ini seluruhnya mampu ditangani meskipun ada yang harus mendapatkan rujukan.
“Tahun ini Alhamdulillah tidak ada yang meninggal. Di tahun 2024 lalu ada satu orang yang meninggal akibat DBD,” tegasnya.
Ia mengatakan, untuk mencegah DBD semakin meluas, pihaknya telah membentuk kader Jumantik yang ditempatkan di masing-masing lingkungan sehingga dapat mencegah nyamuk berkembang biak.
“Kita minta kepada masyarakat agar menjaga kondisi lain ngungan agar tetap bersih. Lalu masyarakat harus rutin menguras bak mandi. Tak lupa berikan Abate untuk bak mandi sehingga nyamuk tidak semakin berkembang biak,” ujarnya.
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agung S Pambudi











