SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Indonesia menurunkan 11 wakil yang akan berlaga di semua sektor pada China Open 2026. Turnamen BWF World Tour Super 1000 itu dijadwalkan berlangsung pada 21–26 Juli 2026.
Sebanyak 11 wakil tersebut terdiri atas Jonatan Christie dan Alwi Farhan (tunggal putra), Putri Kusuma Wardani (tunggal putri), Fajar Alfian/Mohammad Shohibul Fikri, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin (ganda putra), Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amalia Cahaya Pratiwi (ganda putri), serta Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah dan Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja (ganda campuran).
Pada edisi 2025, Indonesia berhasil membawa pulang satu gelar melalui pasangan ganda putra Fajar Alfian/Mohammad Shohibul Fikri. Saat itu, mereka mengalahkan pasangan Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik dengan skor 21-15 dan 21-14.
Fajar Alfian bertekad mempertahankan gelar China Open bersama Mohammad Shohibul Fikri. Optimisme itu semakin tinggi setelah keduanya menjuarai Japan Open 2026 usai mengalahkan ganda putra nomor satu dunia asal Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae, dengan skor 21-19 dan 21-17.
“Kami bertekad menampilkan yang terbaik di China Open 2026. Apalagi, China Open ini merupakan kali pertama kami meraih gelar sebagai pasangan. Kami termotivasi atas pencapaian pekan lalu meraih gelar di Japan Open 2026. Penantian hampir satu tahun setelah juara di China Open 2025. Semoga ini jadi awal dari kebangkitan kami untuk bisa meraih gelar-gelar berikutnya,” kata Fajar.
Sementara itu, pelatih ganda putra Pelatnas PBSI, Antonius Budi Arianto, menilai penampilan Fajar/Fikri di Japan Open 2026 sudah sangat baik. Ia berharap performa tersebut dapat dipertahankan di China Open 2026 sehingga pasangan tersebut mampu mempertahankan gelar sekaligus mempersembahkan gelar Super 1000 pertama bagi Indonesia pada kalender BWF musim 2026.
“Saya berharap mereka tetap fokus, tidak kehilangan fokusnya karena walaupun lawannya tidak jauh berbeda, level turnamennya lebih tinggi, yakni Super 1000. Semoga gelar di Jepang pekan lalu membuat mereka semakin percaya diri,” ujarnya.*
Editor : Krisna Widi Aria











