CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Paguyuban RT/RW Kota Cilegon kembali menagih realisasi janji Wali Kota Cilegon terkait kenaikan honor bagi pengurus RT/RW sebesar 15 persen setiap tahun. Hingga memasuki tahun kedua masa kepemimpinan, janji tersebut belum juga terealisasi. Sehingga para pengurus RT dan RW menjadi resah.
Ketua Paguyuban RT/RW Kota Cilegon, Eka Wandoro Dahlan mengatakan, hingga saat ini dirinya masih sering menerima pertanyaan dari para ketua RT dan RW mengenai kepastian kenaikan honor yang sebelumnya dijanjikan saat masa kampanye.
Dalam visi dan misi yang disampaikan kepada masyarakat, Wali Kota Cilegon menjanjikan kenaikan honor RT/RW sebesar 15 persen setiap tahun. Namun, hingga kini para RT/RW belum merasakan realisasi dari janji tersebut.
“RT dan RW ini masih pada menanyakan ke saya sebagai ketua paguyuban. Katanya kan 15 persen per tahun, ini sudah dua tahun sampai sekarang belum ada,” kata Eka, Selasa 21 Juli 2026. Selain kenaikan honor yang belum terealisasi, Eka juga menyoroti pembayaran honor RT/RW yang dinilai tidak lagi sesuai jadwal.
Ia mengungkapkan, pembayaran honor dijanjikan tanggal 5 setiap bulan. Namun dalam praktiknya, pencairan honor kini dinilai tidak menentu. “Makanya ini pada ribut RT/RW. Kemudian gajinya katanya tiap tanggal 5, pembayaran sekarang tapi tidak menentu,” ujarnya.
Eka berharap Pemerintah Kota Cilegon segera memenuhi komitmen yang pernah disampaikan kepada masyarakat, khususnya kepada para pengurus RT dan RW yang menjadi ujung tombak pelayanan di lingkungan. Jika janji tersebut terus tertunda, hal itu dapat memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.
“Ini kan sudah dua tahun. Ini kan untuk kepercayaan wali kota. Kalau dianggap omdo kan gimana,” ucapnya. Ia juga mengingatkan agar persoalan tersebut tidak dibiarkan berlarut-larut. Jika kekecewaan para RT/RW semakin besar, dikhawatirkan akan berdampak terhadap situasi di lapangan. “Kalau RT RW bergerak bahaya,” tegasnya.
Eka menambahkan, pihak Paguyuban RT/RW sebenarnya telah beberapa kali melakukan komunikasi dengan Pemerintah Kota Cilegon. Bahkan, mereka telah bertemu langsung dengan Wali Kota, Sekretaris Daerah, hingga pejabat di lingkungan pemerintah.
Namun, dari setiap pertemuan tersebut, pihaknya mengaku belum mendapatkan kepastian mengenai waktu realisasi kenaikan honor. “Kami sudah beberapa kali ketemu. Sudah sekali dengan wali kota, kemudian Sekda, kasi pembangunan. Tapi ya bilangnya nanti, nanti saja,” pungkasnya.
Editor : Rostinah











