SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 1.300 siswa madrasah dari delapan kabupaten dan kota se-Provinsi Banten mengikuti Madrasah Light Competition (MLC) 2026. Ajang tersebut menjadi ruang bagi Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Banten untuk melihat dan memetakan potensi siswa di berbagai bidang.
Kegiatan yang digelar di Kantor Kanwil Kemenag Banten, Kota Serang, Selasa, 28 Juli 2026 mempertemukan perwakilan madrasah dari seluruh wilayah Banten dalam berbagai cabang perlombaan.
Kepala Kanwil Kemenag Banten, Amrullah mengatakan, MLC tidak hanya dirancang sebagai ajang untuk mencari juara. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk melihat potensi siswa madrasah secara lebih luas.
Menurutnya, kemampuan siswa madrasah tidak hanya terlihat dari prestasi akademik. Banyak siswa yang memiliki bakat di bidang olahraga, seni, keagamaan maupun kemampuan lainnya yang perlu mendapatkan ruang untuk berkembang.
“Potensi anak-anak kita ternyata luar biasa. Mereka tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga banyak potensi di bidang olahraga dan seni,” kata Amrullah.
Melalui kompetisi tersebut, Kemenag Banten berharap dapat menemukan siswa-siswa berbakat yang nantinya bisa mendapatkan pembinaan secara berkelanjutan. Amrullah mengatakan, pemerintah perlu melihat secara langsung potensi yang dimiliki para siswa agar pembinaan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.
“Kita berharap setelah ini ada pembinaan. Pemerintah bisa melihat mungkin ada siswa yang memiliki kemampuan lebih baik, sehingga potensi mereka bisa terus dikembangkan,” ujarnya.
Dalam MLC 2026, para peserta mengikuti sekitar 10 cabang perlombaan yang memadukan kemampuan fisik, seni, intelektual dan spiritual. Beberapa di antaranya olahraga, marawis, pidato, tahfiz Alquran dan sejumlah kategori lainnya.
Selain mengasah kemampuan, kompetisi tersebut juga menjadi ruang bagi siswa dari berbagai daerah untuk bertemu dan berinteraksi. Para peserta dapat membangun pengalaman sekaligus menumbuhkan semangat berkompetisi secara sehat.
Amrullah berharap MLC dapat terus dikembangkan dan menjadi agenda tahunan. Dengan demikian, potensi siswa madrasah di Banten dapat dipantau secara berkelanjutan dan diberikan ruang untuk berkembang. “Inginnya kegiatan ini menjadi agenda tahunan. Kita sudah melihat kemampuan anak-anak madrasah kita yang luar biasa,” katanya.
Ia menilai, pembinaan yang berkelanjutan penting dilakukan agar siswa madrasah tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga berkembang dalam aspek fisik, emosional, sosial dan spiritual. Dengan begitu, ajang kompetisi tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu pintu untuk melahirkan generasi madrasah Banten yang berprestasi dan mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
Editor : Rostinah










