CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Ikatan Alumni Al-Khairiyah Karangtengah (IKAMAH) meluncurkan program IKAMAH Menginpirasi, di Ponpes Banu Alqomar Karangtengah, Kelurahan Pabean, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon.
Program ini bertujuan untuk mendekatkan alumni dengan adik-adiknya di Al-Khairiyah Karangtengah, dengan harapan alumni menginspirasi dengan pengalaman dan kiprahnya, serta siswa atau santrinya terinspirasi. Demikian ujar Nurdin Sibaweh selaku Korpres IKAMAH.
Dalam Kick off IKAMAH Menginspirasi hadir dua alumni, yaitu Urip Haryantoni (Komisioner KPUD Cilegon) dan Dr. Hasani Ahmad Said, MA (Dosen UIN Jakarta dan anggota Komisi Dakwah MUI Pusat).
Acara dihadiri oleh 300 lebih siswa/santri perwakilan dari pesantren dan siswa MI, MTs dan MA. Mereka hadir sangat antusias mendengarkan dan aktif bertanya kepada para seniornya. Hadir juga para dewan guru, kepala madrasah dan pimpinan pesantren ikut menyimak dan saling memotivasi.
Dalam pengantarnya, Urip Haryantoni menyampaikan beberapa hal. Ia menceritakan kisah perjalanan menjadi santri di ponpes Nurul Qomar (sekarang Al-Baqo) serta berbagi pelajaran kitab yang di sampaikan oleh Abah Kiyai Hasbullah saat itu.
Kemudian memberikan motivasi agar terus belajar dengan giat belajar serta jangan putus asa menggapai cita2nya. “Jalin terus komunikasi dengan siapapun melalui berbagai organisasi terutama para Alumni agar masa depan perjalanan hidup menjadi mudah dan banyak relasi. Ingat di bawah bila nanti berada diposisi atas,” katanya.
Kemudian ia juga memotivasi para siswa agar sungguh-sungguh dalam mencapai tujuan, itulah jalan terbaik menuju cita-cita yang gemilang.
Kemudian, Dr Hasani Ahmad Said, menyampaikan beberapa hal. Ia menceritakan perjuangan keras saat menimba ilmu di pesantren dan Madrasah Alkhairiyah Karangtengah.
Kemudian menceritakan kisah lika liku menjadi mahasiswa di kampus ternama di Jakarta (UIN CIPUTAT), dengan bermodalkan semangat dan niat ingin merubah stigma anak kampung dan orang gak punya menjadi insan yang diperhitungkan di kancah Nasional. Akhirnya saat itu doa dan perjuangannya membuahkan hasil menjadi Doktor pada tahun 2011 termuda dan tercepat di kampus-kampus se-Nusantara.
“Kunci untuk merubah hidup terdapat tiga prinsip. Pertama, harus dengan pendidikan. Kedua, harus mempunyai mimpi. Selalu minta Restu orang tua agar peroses belajar dan karirnya berkah dan sukses,” ujarnya.
Program ini akan dilaksanakan setiap bulan, dengan kolaborasi antara IKAMAH dan Yayasan Al-Khairiyah Banu alQomar Karangtengan. Dengan program ini, diharapkan para siswa dan santri mulai menyusun peta jalan hidup untuk merebut masa depannya.
Editor: Abdul Rozak











