SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Prof. Dr. H. Muhammad Ishom mengingatkan para wisudawan untuk menjaga jejak digital dan membangun personal branding sebagai bekal memasuki dunia kerja.
Pesan tersebut disampaikan Prof. Ishom saat memberikan sambutan pada Wisuda Sarjana ke-43 dan Pascasarjana ke-29 UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Wisuda tersebut diikuti 750 wisudawan dan wisudawati dari tujuh fakultas serta satu program pascasarjana.
Ishom mengatakan, para lulusan perlu memperhatikan konten yang pernah diunggah di media sosial. Menurutnya, jejak digital dapat menjadi salah satu pertimbangan ketika seseorang melamar pekerjaan.
“Yang pertama, akun-akun media sosial kita yang barangkali selama ini kita gunakan untuk memposting sesuatu yang kurang mencerminkan profesionalitas kita, hendaknya mulai dihapus,” ujarnya.
Ia menjelaskan, perusahaan atau lembaga tempat seseorang melamar pekerjaan dapat menelusuri rekam jejak digital calon pegawai.
“Ketika Anda mencari pekerjaan, biasanya orang akan melacak jejak digital Anda. Apakah ini memang orang yang serius atau tidak? Makanya, penting. Foto-foto, apalagi yang tidak pantas di media sosial, tolong dihapus,” katanya.
Selain menjaga jejak digital, Ishom meminta para lulusan membangun personal branding melalui profil diri yang profesional.
Menurutnya, kemampuan akademik saja tidak cukup untuk menarik perhatian dunia kerja. Para lulusan juga harus mampu menunjukkan pengalaman, kompetensi, dan kelebihan diri secara tepat.
“Tulis profil diri kita supaya orang yakin bahwa kita adalah orang yang profesional. Ini penting. Karena kalau kita tidak bisa mempromosikan diri dengan baik, walaupun IPK kita 3,9, orang tidak akan melirik kita,” tuturnya.
Sebaliknya, personal branding yang dibangun melalui tulisan profil dan pengalaman yang dimiliki dapat meningkatkan daya tarik lulusan di mata calon pemberi kerja.
“Kalau kita bisa membangun personal branding melalui tulisan profil kita dengan berbagai pengalaman yang kita miliki, insyaallah orang akan tertarik kepada kita,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Ishom juga mendorong para alumni untuk memanfaatkan media sosial dan teknologi informasi secara produktif.
Ia menilai lulusan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten memiliki potensi untuk bekerja di berbagai bidang karena tidak hanya dibekali kompetensi sesuai program studi, tetapi juga kemampuan lain yang mendukung dunia kerja.
“Terutama, saya meminta kepada alumni-alumni yang baru ini, sarjana-sarjana yang baru ini, untuk memanfaatkan media sosial dan teknologi informatika,” katanya.
Menurut Ishom, mahasiswa UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten memiliki karakter multitalenta. Karena itu, para lulusan diharapkan tidak membatasi diri hanya pada bidang keilmuan yang dipelajari selama kuliah.
“UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten ini sudah terkenal, mahasiswanya masuk kategori mahasiswa multitalenta. Sehingga, bukan berarti kita hanya menguasai bidang yang kita pelajari, tetapi juga bisa bekerja di mana saja dan mengerjakan apa saja,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ishom juga menyampaikan perkembangan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten kepada Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto yang hadir dalam acara wisuda.
Ia menyebut UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten saat ini memiliki tujuh fakultas dan satu program pascasarjana dengan total 40 program studi.
“Alhamdulillah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, kalau tadi disebutkan memiliki tujuh fakultas dan satu program pascasarjana, dari sisi jumlah program studi kita telah memiliki 40 prodi,” jelasnya.
Ke-40 program studi tersebut tersebar pada jenjang sarjana (S1), magister (S2), dan doktor (S3).
Ishom menyebut sekitar 50 persen program studi di UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten telah meraih akreditasi unggul.
“Yang sangat membahagiakan, alhamdulillah, 50 persen dari prodi yang ada di UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten sudah terakreditasi unggul,” katanya.
Ia menambahkan, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten juga tengah merancang pengembangan kampus menuju perguruan tinggi berkelas internasional.
“Kita sedang merancang bahwa pada tahun 2045 kampus ini akan diarahkan menuju kampus internasional,” pungkas Prof. Ishom.
Editor : Aas Arbi

