PANDEGLANG – Bupati Irna Narulita mengklaim, penerapan sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS) bisa mengatasi lambannya penanganan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Berkah Pendeglang. Orang nomor satu di Pandeglang ini meyakini program tersebut merupakan jalan keluar, dalam mengatasi lambannya pelayanan kesehatan yang saat ini terjadi.
“Permasalahan lamanya proses pelayanan dan ketersediaan tenaga medis di RSUD Berkah bisa segera diatasi apabila sistem tersebut mulai dioperasikan. Soalnya, berintegrasi dan disiapkan untuk menangani keseluruhan proses manajemen rumah sakit yang selama ini terkesan berbelit-belit,” katanya usai rapat koordinasi dengan tim Medifirst 2000 di ruang garuda Pendopo Bupati, kemarin.
Irna mengaku, Pemkab akan segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai penerapan sistem tersebut. Dengan begitu, kata dia, masyarakat tidak perlu takut tidak dilayani oleh pihak rumah sakit. “Kami harap sosialisasi juga dilakukan, agar masyarakat lebih memahami cara yang cepat dan mudah ini. Mudah-mudahan dengan adanya sistem baru ini, masyarakat tidak mengeluh lagi mengenai pelayanan yang kurang optimal,” katanya.
Meski demikian, kata Irna, semua petugas tetap memberikan pelayanan optimal kepada warga yang datang langsung untuk berobat. “Semoga hal ini bermanfaat untuk kita semua, serta tidak ada lagi keluhan mengenai pelayanan kesehatan,” katanya.
Tim teknis Medifirst 2000, Imade menyampaikan, SIMRS bisa melayani diagnosa sampai tindakan untuk pasien. Untuk itu setiap pasien yang berkunjung harus ditangani secara berjenjang, mulai dari tingkat dasar sampai lanjutan. “Sistem ini lebih mudah, karena pasien yang datang menggunakan JKN bisa cepat ditangani, karena sudah nge-link dengan P-Care BPJS yang ada di puskesmas, dan diagnosa pasien pun langsung terlihat,” katanya.
Selain itu, kata Imade, sistem tersebut juga menampilkan waktu pengunjung yang datang ke rumah sakit, menyediakan ruangan kosong, dan informasi pelayanan kesehatan. “Di sistem ini nantinya akan terlihat kunjungan dari pasien dan diagnosa pasien sehingga kita punya data base. Pasien yang masuk pun tidak perlu repot mencari ruangan, karena sebelum datang ke rumah sakit, ruangannya sudah disediakan, khususnya untuk menangani pasien kegawatdaruratan,” katanya. (Adib F/Radar Banten)








