SERANG – Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) menggelar Silaturahmi Pekerja Migran Indonesia di GOR Maulana Yusuf, Ciceri, Kota Serang, Kamis (14/12). Pada acara tersebut, BNP2TKI melepas 715 pekerja migran Indonesia hasil proses upgrading skill (upskilling)
Pada acara rangkaian peringatan Hari Buruh Migran Internasional bertema Pekerja Migran Indonesia Terampil dan Bermartabat ini, Kepala BNP2TKI Nusron Wahid menyatakan, pihaknya telah menjalankan program upgrading skill sebagai exit strategy dari moratorium dan atau penghetian secara permanen penempatan tenaga kerja luar negri sektor penata laksana rumah tangga (PLRT) ke Timur Tengah.
Dikatakan Nusron, upgrading skill adalah program untuk meningkatkan kualitas, kemampuan dan kompetensi dari calon TKI. Melalui pelatihan ini untuk memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh negara tujuan penempatan. Sehingga mereka tidak lagi menjadi TKI informal dan memperoleh jaminan bekerja di tempat kerja yang berbadan hukum.
Tahun 2017 program upgrading skill diselenggarakan pada tujuh wilayah satker yaitu BP3TKI Jakarta, BP3TKI Bandung, BP3TKI Semarang, BP3TKI Yogyakarta, BP3TKI Bali, LP3TKI Surabaya, dan BP3TKI Mataram.
“Dalam setahun pekerja Indonesia 300.000 ke luar negri. Kalau upgrading skill percontohan ada 5000. Yang di Kemenaker ada 60.000, yang di Kemdikbud ada 55.000. Dari Kemenaker dan Kemendikbud itu tidak semua untuk LN, tapi ada alokasi dalam negri,” kata dia saat konferensi pers.
Idealnya semua usia produktif diwajibkan masuk pusat pelatihan, seperti Balai Latihan Kerja (BLK). Sehingga perusahaan tidak lagi mencari ke desa lagi, melainkan ke tempat pelatihan tersebut manakala agen luar negeri sedang membutuhkan Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

“Ada beberapa sektor di mana TKI banyak dicari karena keandalannya, antara lain sektor perawat dan hospitality yang andal karena keramahannya, lalu ada walder atau ahli pengelasan,” ungkap Nusron.
Wakil Gubernur Andhika Hazrumy mengatakan, TKI dengan kemampuan dan ketrampilan mumpuni sangat baik bagi perputaran perekonomian dan pembangunan di Provinsi Banten. Jumlah warganya yang ke luar negri sebanyak 3000 TKI pada 2016 di lima kecamatan. “Rata-rata bekerja di midlle skill dan low skill seperti perawat dan welding,” tukasnya. (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com)










