SERANG – Gubernur Banten Wahidin Halim mengultimatum organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten agar bergerak cepat dalam menjalankan lelang pengadaan barang dan jasa, baik yang bersifat fisik maupun non fisik.
Hal tersebut diungkapkan pria yang akrab disapa WH tersebut saat memimpin apel pagi di lapangan Masjid Raya Al Bantani KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Senin (8/1).
“ULP nya lambat, ganti, kalau dinasnya lambat itu pun jadi pertimbangan kita. Kita harus bergerak cepat,” kata WH di depan ratusan pejabat dan pegawai Pemprov Banten.
Menurut WH, proses lelang dan dokumentasinya harus berjalan cepat agar program-program pemerintah bisa terlaksana dengan baik dan sesuai target pemerintah.
Terkait target, untuk pembangunan fisik baik bersifat infrastruktur maupun yang lainnya harus sudah berjalan paling lambat Maret mendatang. Karena itu, OPD harus segera menyerahkan dokumen lelang kepada ULP untuk segera dilaksanakan proses lelangnya.
“November dan Desember harus sudah selesai program,” ujarnya.
Sebelumnya, Saiful Bahri Maimun, Kasubag Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Pokja ULP Banten menjelaskan, hingga pekan lalu, dokumen lelang yang sudah masuk baru untuk makan dan minum. Sedangkan untuk lelang fisik belum ada satupun dari OPD.
“Harusnya sesuai keinginan Pak Gubernur masuk Januari, biar bulan November fisiknya pembangunannya selesai karena untuk menghindari gagal lelang,” paparnya.
Jika dokumen lelang diberikan awal tahun saat terjadi gagal lelang pun masih ada waktu untuk melakukan lelang ulang. “Kalau pertengahan bulan kan mepet,” katanya.
“Kami sudah menyurati dan menbuat edaran dua kali agar OPD melaksanakan lelang terutama fisik yang pekerjaannya membutuhkan waktu pengerjaan 10 bulan. Karena pak gubernur mintanya November tidak ada pekerjaaan,” katanya. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)









