SERANG – Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Banten 2017 mengalami kenaikan dibanding 2016. Bila pada 2016 IDI Banten 71,36, pada 2017 mengalami kenaikan 2,36 poin menjadi 73,72. Aspek IDI Banten yang mengalami peningkatan terjadi pada aspek kebebasan sipil dan aspek lembaga demokrasi.
Kepala BPS Banten Agus Soebeno memerinci nilai aspek kebebasan sipil naik sebesar 1,69 poin dari 83,47 menjadi 85,16. “Capaian aspek ini dari tahun ke tahun relatif stabil dan masih menjadi yang tertinggi di antara aspek lainnya,” kata Agus saat rilis hasil IDI Banten 2017 di Kantor BPS Banten, Senin (3/9). Saat rilis kemarin turut dihadiri oleh Pokja IDI Banten.
Sementara aspek lembaga demokrasi pada 2017 sebesar 74,98 meningkat 13,99 poin dibanding tahun sebelumnya. “Perkembangan aspek lembaga demokrasi selama kurun waktu penyusunan IDI Banten cukup menggembirakan dengan kecenderungan tren positif,” ujarnya. Kata dia, aspek hak-hak politik menjadi aspek yang mengalami penurunan sebesar 4,43 poin dan menempatkannya menjadi aspek paling rendah.
Dengan poin 73,72, maka IDI Banten 2017 berada pada kategori ‘sedang.’ Klasifikasi tingkat demokrasi dikelompokkan menjadi tiga kategori yakni ‘baik’ (indeks 80 ke atas), ‘sedang’ (indeks 60-80), dan ‘buruk’ (indeks kurang dari 60). “Nah Banten ini masuk kategori ‘sedang’ karena nilai indeks demokrasinya mencapai 73,72,” ujarnya.
Capaian IDI Banten sejak 2009 hingga 2017 mengalami naik turun. Pada awal mula dihitung pada 2009, capaian IDI Banten hanya 67,98. Angka ini terus mengalami perubahan hingga mencapai momen tertingginya pada 2014 sebesar 75,50, walaupun pada akhirnya kembali turun menjadi 68,46 pada 2015 dan kembali meningkat pada 2017 menjadi 73,72.
“Naik-turunnya angka IDI adalah cerminan situasi dinamika demokrasi di Banten. IDI sebagai sebuah alat ukur perkembangan demokrasi yang khas Indonesia memang dirancang untuk sensitif terhadap naik-turunnya kondisi demokrasi,” ujar Agus. (A Lutfi/RBG)









