SERANG – Ada yang berbeda di apel kesadaran nasional di Puspemkot Serang, Senin (17/9). Apel di pertengahan September itu merupakan apel kedinasan terakhir Walikota dan Wakil Walikota Serang Tb Haerul Jaman-Sulhi di Puspemkot Serang.
Meskipun masa bhakti keduanya berakhir pada 5 Desember nanti, Jaman-Sulhi memilih mengundurkan diri per 20 September besok sebagai salah satu syarat menjadi bakal calon anggota legislatif (bacaleg) Pemilu 2019. Jaman maju sebagai caleg DPR RI dari Partai Golkar, sementara Sulhi menjadi caleg DPRD Banten dari NasDem.
Untuk itu, kemarin, Pemkot Serang menggelar purnabakti Jaman-Sulhi sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian keduanya untuk Kota Serang sejak 2013 lalu.
Pada apel yang diikuti seluruh pegawai Pemkot itu, Jaman-Sulhi memberikan amanat sekaligus kata-kata perpisahan.
Jaman mengatakan, surat keputusan (SK) pemberhentian sedang diproses oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). “Tinggal menunggu waktu,” tuturnya berdampingan dengan Sulhi di hadapan ribuan pegawai Pemkot Serang di Puspemkot Serang, Senin (17/9).
Kata dia, pengunduran diri ini dikarenakan ada persyaratan untuk mengikuti pencalonan sebagai anggota legislatif pada Pemilu 2019. Untuk itu, ia berdiri di lapangan Puspemkot itu dan mengikuti upacara dalam kegiatan terakhir untuk periode ini.
Di masa periode ini, Jaman menuturkan, sudah banyak hal yang sudah dilakukan dan dikerjakan bersama para pegawai Pemkot Serang. Bahkan, banyak juga hasilnya yang sudah dinikmati masyarakat. “Kami selama lima tahun ke belakang bersama para ASN (aparatur sipil negara) terus bersama-sama dengan semangat menggali potensi yang dimiliki Pemkot Serang,” tuturnya.
Politikus Golkar ini berharap, saat ia dan Sulhi purnabakti ASN terus bersemangat dan melakukan tupoksi dengan sebaik-baiknya. Dengan begitu, cita-cita Kota Serang sebagai kota madani dapat terwujud. Ia juga berpesan agar saat pelantikan walikota dan wakil walikota terpilih, ASN Pemkot tetap bersemangat memberikan kontribusi dan bersinergi.
Setelah berakhir sebagai walikota, Jaman berharap dapat tetap berkontribusi di mana pun ia dan Sulhi berada. Termasuk apabila dipercaya oleh masyarakat untuk menjadi anggota legislatif.
Pada kesempatan itu, Jaman berterima kasih kepada para ASN karena telah bersama-sama membangun Kota Serang. Ia juga memohon maaf apabila ada dari perilaku dan ucapannya yang tak berkenan. “Sebaliknya apabila ada kesalahan dari ASN kepada kami, kami sudah memaafkan,” lirih Jaman.
Selama sepuluh tahun di Kota Serang, Jaman tak bisa melupakan momen saat ia dipilih masyarakat. “Bersyukur telah diberikan amanah oleh masyarakat Kota Serang, bersama-sama mengisi pembangunan Kota Serang,” tuturnya.
Ia mengaku mempunyai banyak mimpi di Kota Serang. Namun, untuk mewujudkannya anggaran yang dimiliki Kota Serang terbatas. Yang belum terwujud adalah membangun Masjid Agung Kota Serang. Meskipun demikian, selama kepemimpinannya ada 700 musala dan masjid yang sudah diberikan bantuan oleh Pemkot. Untuk itu, Jaman berharap impian membangun masjid agung itu dapat dilanjutkan walikota yang baru demi kepentingan semuanya.
Wakil Walikota Serang Sulhi mengatakan, selama kepemimpinannya dan Jaman sudah banyak prestasi yang ditorehkan. Berbagai pembangunan mulai dari infrastruktur, drainase, gedung DPRD, dan RSUD. Belum lama ini, Jaman juga meletakkan batu pertama rencana pembangunan Masjid Agung Kota Serang di Alun-alun Barat Kota Serang. “Tolong dipastikan ke walikota yang baru bahwa ini (masjid agung-red) bukan kemauan walikota dan saya, tapi kemauan masyarakat,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Sulhi juga berterima kasih yang setinggi-tingginya atas kerja sama para ASN sehingga banyak prestasi yang diukir Pemkot. Selain itu, ia juga meminta maaf yang sebesar-besarnya apabila ada kata-kata yang salah karena manusia tempat kelalaian.
Usai memberikan kata-kata perpisahan, Jaman dan Sulhi mengikuti prosesi purnabakti dengan upacara pedang pora. Keduanya diberikan plakat oleh Sekda Kota Serang Tb Urip Henus. Seusai upacara pedang pora, Jaman dan Sulhi bersalaman dengan seluruh ASN Pemkot. Bahkan, hampir seluruh ASN mengabadikan momen bersama dengan keduanya.
Melengkapi acara purnabakti itu, setidaknya 31 angkringan dengan berbagai jenis makanan meramaikan halaman Puspemkot Serang. Para pegawai dapat memakan segala jenis makanan dengan cuma-cuma.
SK Belum Turun
Hingga kemarin, SK pemberhentian Jaman-Sulhi dari Kemendagri belum turun. Setelah SK turun, Jaman mengaku baru akan berhenti menjadi walikota. Meskipun begitu, ia sudah menyiapkan surat pernyataan ke KPU RI bahwa SK pemberhentiannya dalam proses. Diketahui, Jaman dan Sulhi mengundurkan diri tertanggal 20 September sebagai walikota dan wakil walikota kepada Kemendagri.
Asda I Pemkot Serang Nanang Saefudin mengaku sudah koordinasi dengan KPU. Hari ini KPU akan ke Jakarta. Selain itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Biro Pemerintahan Pemprov Banten.
“Pada dasarnya, pengangkatan melalui penetapan maka pemberhentian juga melalui penetapan,” ujarnya. Untuk itu, berhentinya Jaman-Sulhi ditentukan dari SK. (Rostinah/RBG)










