CILEGON – Pembangunan dermaga premium atau dermaga eksekutif Pelabuhan Penyeberangan Merak hampir rampung. Namun, area di sekitar dermaga itu perlu ditata agar bisa menunjang keberadaan dermaga tersebut.
Ferry Snider, Vice President Fasilitas PT ASDP Indonesia Ferry, menjelaskan bahwa dermaga premium sudah mendekati persiapan operasional. Namun, di area sekitar dermaga, yaitu lahan milik Pemkot Cilegon dan Terminal Terpadu Merak (TTM) perlu dilakukan penataan.
Oleh karena itu, PT ASDP Indonesia Ferry akan mengajak Pemkot Cilegon untuk kerja sama pemanfaatan lahan seluas dua hektare itu untuk ditata oleh ASDP dan dimanfaatkan untuk menunjang aktivitas dermaga tersebut.
“Perlu kita rapikan untuk masyarakat di sana terutama pedagang. Kita rapikan bagaimana parkirnya. Tadi (kemarin-red) presentasi kami untuk bagaimana kerja sama tentang lahan yang akan kita atur itu,” ujar Ferry kepada wartawan seusai melakukan pertemuan dengan Pemkot Cilegon di depan ruang rapat Walikota Cilegon, Rabu (14/11).
Dalam kesempatan itu, lanjut Ferry, ada beberapa tawaran yang diajukan oleh ASDP untuk pemanfaatan lahan. Ada dua opsi yang diajukan, yaitu sewa lahan dan menggunakan sistem kerja sama pemanfaatan lahan.
Pemkot Cilegon mengaku perlu mengkaji opsi-opsi tersebut. Pekan depan akan kembali dilakukan pertemuan antara PT ASDP Indonesia Ferry dan Pemkot Cilegon guna menindaklanjuti pertemuan kemarin tersebut. “Tahapan-tahapan pemanfaatan barang milik daerah, di situ ada mekanisme yang harus kita tempuh,” tuturnya.
Disinggung terkait rencana peruntukan lahan, menurut Ferry, kemungkinan lahan itu akan dijadikan area parkir kendaraan dan area khusus pedagang. Pedagang-pedagang akan ditata oleh ASDP sehingga tidak semrawut.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon Sari Suryati menuturkan, dalam pertemuan tersebut dibahas terkait rencana pemanfaatan lahan milik Pemkot Cilegon yang berada di sekitar TTM.
Sari mengaku belum bisa menjelaskan lebih jauh karena pertemuan tersebut baru bersifat usulan. Pemkot Cilegon perlu membahas usulan tersebut terlebih dahulu sebelum bersikap lebih lanjut.
“Potensi pendapatan belum dibahas karena baru permohonan, nanti kita kaji. Selesai kajian akan kita lakukan pertemuan lagi. Mau opsi yang mana yang kita gunakan, nanti kita kaji sesuai dengan regulasi,” tutur Sari.
Untuk diketahui, dermaga premium atau eksekutif itu dibangun di area Dermaga VI Pelabuhan Merak. Area itu akan dilengkapi dengan pusat perbelanjaan dan juga hotel serta sejumlah fasilitas penunjang lainnya.
Dermaga tersebut dinilai akan menjadi solusi untuk mengatasi panjangnya antrean kendaraan yang akan menyeberang. Kemudian mempersingkat waktu tunggu sandar, mempermudah akses menuju ke pelabuhan, dan membangun sarana pendukung bagi calon penumpang kapal. (Bayu M/RBG)











