CILEGON – Kapal tunda (tugboat) Jalak I milik Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) VIII Banten karam di Dermaga I Pelabuhan Merak, Selasa (29/1). Kapal karam setelah mengalami kebocoran.
Kepala SAR PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak Radmiadi menuturkan, kapal bocor sejak Senin (28/1). Selasa (29/1) air mulai memenuhi kapal hingga buritan, lalu tenggelam. “Kemarin baru miring,” ujar Radmiadi kepada wartawan melalui telepon selular, Selasa (29/1).
Kapal tersebut, lanjut dia, sudah lama berada di nermaga I. “Itu dari galangan di bawa ke Merak. Pertama ke dermaga V, terus setelah beberapa bulan dibawa ke dermaga I,” paparnya.
Kepala BPTD Wilayah VIII Banten Nurhadi menjelaskan, sebelum karam pihaknya akan membawa kapal itu untuk di-docking ke Bojonegara, Kabupaten Serang.
Kapal itu sendiri baru beberapa bulan menjadi aset BPTD. Sebelumnya milik Kemenhub. Untuk anggaran perbaikan, sudah disulkan.
Kapal diduga mengalami kebocoran akibat komponen kapal dicuri. Kondisi itu diperparah air laut surut. “Pendingin, pipa-pipa, banyak yang hilan,” ujarnya. (Bayu Mulyana/Aas)
BACA selengkapnya di koran Radar Banten atau versi digital di epaper.radarbanten.co.id. Saksikan juga di Banten Raya TV pada program SELAMAT PAGI BANTEN (07.00 WIB), BANTEN SIANG (13.00 WIB), BANTEN PETANG (17.00 WIB) dan BANTEN MALAM (21.00 WIB) di channel 50 UHF/702 MHz, atau melalui streaming www.barayatv.com/live.










