TANGERANG SELATAN – DPD Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Banten menargetkan penjualan rumah bersubsidi pada tahun 2019 mencapai 16.400 unit. Hingga semestar I, baru terjual sekitar 40 persen atau 6.560 unit. Kurang maksimalnya penjualan rumah bersubsidi ini karena sejumlah pengembang menunggu harga baru tahun 2019.
“Meskipun pengembang bisa menggunakan akad kredit dengan harga rumah subsidi yang lama, tetapi kebanyakan menunggu harga baru,” kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah Real Estate Indonesia (DPD REI) Provinsi Banten Roni Hadiriyanto Adali saat acara Halal Bihalal di Ballroom Grand Zuri, Kota Tangerang Selatan, Rabu (3/7).
Ia mengungkapkan, setelah harga terbaru rumah berubsidi tahun 2019 keluar, yaitu Rp140 juta untuk di Serang, Cilegon, Pandeglang, dan Lebak dan Rp Rp158 juta untuk di wilayah Tangerang, kini kuota rumah bersubsidi tinggal sedikit dan diprediksi akan habis pada Agustus mendatang. “Kuota rumah bersubsidi hanya 160.000 unit di seluruh Indonesia,” ungkapnya.
Roni mengungkapkan, sementara ini nilai kredit yang disalurkan baru mencapai Rp806 milliar dengan asumsi Rp123 juta per unit. Umumnya rumah bersubsidi dikenakan uang muka sebesar 5 persen atau sekitar Rp7 juta untuk rumah dengan harga Rp130 juta.
Ia berharap, penjualan rumah pada semester kedua bisa lebih baik. Untuk itu, pengembang harus aktif melakukan kegiatan promosi karena rumah bersubsidi ini diluncurkan untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah agar memiliki hunian. “Targetnya masih banyak, mudah-mudahan bisa maksimal,” katanya.
Branch Manager BTN Cilegon Benny Budi Anggara mengatakan, hingga semester pertama Bank BTN menyalurkan kredit kepemilikan rumah (KPR) sekitar 3.000 unit, baik rumah bersubsidi maupun komersial dari kuota 5.275 unit. Sementara nilai kredit yang disalurkan mencapai Rp850 milliar.
“Jika tahun lalu, penyaluran kredit KPR mencapai Rp1,1 triliun dengan 8.300 unit dan komposisi 70 persen disalurkan untuk rumah bersubsidi dan 30 persen rumah komersial,” katanya.
Ia mengungkapkan, penyaluran KPR yang diberikan BTN Cilegon hanya untuk lima kabupaten kota di Banten yaitu Kota Serang, Kabupaten Serang, Kota Cilegon, Kabupaten Pandeglang, dan Kabupaten Lebak. “Penyaluran didominasi Kota Serang dan Kabupaten Serang yang mencapai 60 persen,” ungkapnya.
Ia menilai, pangsa pasar di Banten cukup besar. Bahkan pada 2018 lalu ada tiga pengembang Banten yang penjualan rumahnya masuk dalam 10 besar tinggal nasional yakni Bumi Nagara Lestari di Kecamatan Kibin, Lebakwana di Kecamatan Kramatwatu, dan Puri Delta Kiara di Kecamatan Ciruas. “Potensi marketnya banyak karena daerah industri,” katanya. (skn/aas)











