SERANG – Usai melakukan peletakan batu pertama perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) di Desa Sukaindah, Kecamatan Baros, pada Kamis (8/8), Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menerima keluhan warga soal pelayanan dan tarif di Puskesmas Baros.
Pascakegiatan kunjungan ke Desa Sukaindah, Tatu melakukan sidak ke Puskesmas Baros. Tatu langsung menuju ruang tunggu pasien dan berdialog dengan warga perihal pelayanan dan tarif yang dikenakan kepada setiap pasien.
Tak lama, Kepala Puskesmas Baros dokter Diah Syahbar datang menghampiri Tatu dan mulai berdiskusi soal tarif yang dikeluhkan warga. Tatu juga menerima aspirasi dari manajemen Puskesmas Baros yang membutuhkan ruangan representatif untuk Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan ruang bersalin.
Tatu mengatakan, kunjungan mendadak ke Puskesmas Baros untuk menindaklanjuti aspirasi warga yang merasa keberatan dengan besaran tarif biaya pengobatan di Puskesmas Baros. Meski Tatu sudah mengetahui bahwa penetapan tarif sudah sesuai Perda Nomor 1 Tahun 2011 yang mengatur tentang retribusi di puskesmas. Hal itu bertujuan agar puskesmas bisa mengelola keuangan secara mandiri karena beberapa puskesmas di Kabupaten Serang sudah menjadi badan layanan umum daerah (BLUD).
“Misalnya biaya untuk daftar itu Rp5 ribu. Kemudian saat ditangani dokter kena charge Rp10 ribu. Itu sesuai perda, tapi ini dikeluhkan warga. Mungkin harus ada revisi agar senapas dengan BLUD. Nanti kita rembukkan dengan Dewan (menyebut DPRD-red),” ujar ibu tiga anak itu.
Di Puskesma Baros, Tatu berkesempatan meninjau beberapa ruangan hingga ke sejumlah lahan kosong bahkan langsung memanggil Kepala Dinas Perumahan Kawasan Perumahan dan Tata Bangunan (DPKPTB) Kabupaten Serang Irawan Noor untuk menindaklanjuti aspirasi dari pihak puskesmas.
“Saya lihat memang IGD kekecilan, ruang bersalin juga. Nanti ditangani DPKPTB, biar jelas tahapan pembangunannya,” katanya.
Di tempat yang sama, Kepala DPKPTB Kabupaten Serang Irawan Noor menyatakan kesiapannya melakukan kajian kondisi sejumlah gedung di Puskesmas Baros. Menurutnya, puskesmas mempunyai beban fungsi layanan sehingga harus didukung bangunan yang memadai. Apalagi Puskesmas Baros juga menanggung beban warga Pandeglang karena daerah perbatasan.
“Kalau lahan masih ada, kita coba misalnya ruang persalinan bisa ditambah,” terangnya. (zai/zai/ira)










