TANGERANG – Kepala Desa Jatake Adi Sumaedi sadar, pemerintahan desa yang dipimpinnya tidak bisa sendirian melaksanakan pembangunan di desanya. Karenanya, Pemerintah Desa Jatake bersinergi dengan elemen masyarakat, khususnya Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Jatake Mandiri.
Adi Sumaedi mengatakan, setelah musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) Desa Jatake tahun 2019 selesai, pihaknya akan kembali melaksanakan pembangunan desa. Luas Desa Jatake 485,177 hektare. Salah satu desa di Kecamatan Pagedangan ini jumlah penduduknya 8.137 jiwa, dengan 2.011 kepala keluarga.
Visi Pemerintah Desa Jatake adalah mewujudkan masyarakat sejahtera dan mandiri dilandasi iman dan takwa. ”Untuk mewujudkan itu, kami memiliki misi, melakukan pembangunan fisik maupun nonfisik secara berkelanjutan. Melakukan program pendidikan mulai dari usia dini sampai pendidikan dasar 12 tahun, melaksanakan pembinaan generasi muda secara berkala, dan melaksanakan pembinaan mental dan spiritual pada masyarakat,” tutur Adi Sumaedi kepada Radar Banten.
Ia juga mengungkapkan harapan masyarakatnya yang disampaikan dalam Musrenbang Desa Jatake. Antara lain, pembangunan yang dilaksanakan secara merata dan pengadaan bak sampah di tiap lingkungan RT. Pemerintah Desa Jatake, lanjut Adi Sumaedi, akan mengusahakan bak sampah itu, sekaligus meningkatkan budaya gotong royong warga di tiap lingkungan RT.

Kepala Desa Jatake Adi Sumaedi
”Saya tadi mengusulkan langsung untuk melakukan gotong royong di tiap-tiap dusun. Alhamdulillah, di kecamatan ini, rasa kebersamaan untuk gotong royong masih tinggi. Harapannya, kita bisa bersatu padu untuk Desa Jatake supaya bersih dan nyaman,” harap Adi Sumaedi.
Sementara itu, Koordinator BKM Jatake Mandiri Maryadi menyatakan, bahwa Musrenbang tingkat desa telah diikuti oleh masyarakat Desa Jatake. Partisipasi aktif masyarakat dalam bermusyawarah, tak lain untuk melakukan kelanjutan pembangunan desanya.
Setiap tahun, Pemerintah Desa Jatake selalu mengundang para ketua RW dan ketua RT saat menggelar Musrenbang. ”Kami, per kejaroan (kampung-red) pun, sebelum Musrenbang desa, sudah melakukan pra Musrenbang dusun. Yang mana, setiap pengajuan infrastruktur maupun sosial ekonomi, kita sudah tulis dan serahkan ke Pemerintah Desa Jatake,” ucap Maryadi.
Menurutnya, sinergitas antara Pemerintah Desa Jatake dengan BKM Jatake Mandiri selalu terbangun dan berjalan dengan baik. ”Alhamdulillah, sinergitas kami dengan Pemdes Jatake berjalan baik. Setiap pembangunan, kita bicarakan bersama. Bermusyawarah, saling mendengarkan pendapat, dan mencari jalan terbaik untuk pembangunan supaya tidak tumpang tindih,” tegas Maryadi.
Maryadi menambahkan, Pemerintah Desa Jatake juga tengah menjalankan Program Kotaku (Kota Tanpa Kumuh). Program APBN ini, anggarannya memang khusus untuk membangun desa atau kampung kumuh.
”Itu sasarannya, biasanya desa-desa yang tergolong kumuh. Di Desa Jatake, ada di Kampung Kandang di Dusun Satu. Ada 11,75 hektare permukiman yang kumuh (di Kampung Kandang-red), masih ada rumah yang tidak layak huni. Sebagian sudah dibangun sarana air bersih, drainase, pembangunan paving block untuk jalan poros. Itu dananya dari Program Kotaku, dari Pemdes Jatake, dan dana pribadi,” pungkas Maryadi. (pem/rb/sub)









