KRAMATWATU – Hingga kemarin (1/11), warga lingkungan RW 04, Kampung Sindangjaya, Desa Tonjong, Kecamatan Kramatwatu, masih membenahi lingkungannya. Kegiatan warga ini menggunakan uang dari hadiah Lomba Kebersihan tingkat Desa Tonjong. Kemandirian warga yang patut dicontoh.
Untuk mempercantik dan merapikan kampungnya, warga membeli 60 pohon pucuk merah berikut potnya. Tanaman ini ditata berjejer di jalan lingkungan di RW 04, Kampung Sindangjaya, sepanjang 150 meter. Pohon ini diharapkan bisa mengurangi udara panas.
Di jalan lingkungan tersebut, warga juga telah menghiasnya dengan lukisan tiga dimensi (3-D). “Karena cuaca lagi panas, tanamannya pada layu. Gambar tiga dimesi juga sudah pudar,” kata Ketua RT 02 RW 04, Kampung Sindangjaya, Arma kepada Radar Banten.
Arma membenarkan jika anggaran untuk kegiatan warga membenahi lingkungannya berasal dari hadiah perlombaan tingkat desa yang dimenangkan oleh RW 04, Kampung Sindangjaya. Agustus 2019 lalu, Pemerintah Desa Tonjong menggelar Lomba Kebersihan untuk memperingati Hari Kemerdekaan RI.
“Kami sama sekali belum memungut iuran dari warga,” jelas Arma.
Agar pohon pucuk merah tidak mati akibat kemarau, warga rutin menyiramnya setiap pagi dan sore hari. Hanya saja, warga masih menghadapi kendala dalam menjaga tanamannya. Warga direpotkan oleh kambing milik kampung lain yang dibiarkan berkeliaran dan memakan daun pucuk merah.
“Biasanya tuh kambing lewat pas magrib, warga lagi pada shalat, tanamannya dimakanin (oleh kambing-red),” keluh Arma.
Karenanya, pohon pucuk merah dalam pot yang belum dirusak kambing, diamankan warga. “(Pohon pucuk merah-red) yang bisa diselamatkan ada delapan pot,” tutur Arma.
Arma pun menyebutkan, tanggal 5 November nanti, warganya akan membenahi lingkungan Sindangjaya lagi. Warga akan kembali menempatkan pohon pucuk merah. Serta, mengecat ulang lukisan 3-D yang sudah memudar. “Warga sih kompak. Yakin pasti siap menuju penilaian juri,” tegasnya.
Salah satu warga Kampung Sindangjaya, Soleh Sahuri, mengaku optimistis kampungnya bisa menjadi juara Lomba Kampung Bersih dan Aman (LKBA) Kabupaten Serang 2019. Perkiraannya, kegiatan warga membenahi kampungnya lagi bisa rampung dalam sepekan. “Inysa Allah, kalau perlu, nanti kita begadang beresin lingkungan,” pungkasnya. (mg06/don/ags)








