slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Bersolek, tapi Masih Banyak Kekurangan

Redaksi by Redaksi
06-11-2019 09:06:53
in Berita Utama, Umum
Bersolek, tapi Masih Banyak Kekurangan
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

SERANG – Sesuai jadwal, Dewan Juri Lomba Kampung Bersih dan Aman (LKBA) Kabupaten Serang 2019 mulai melaksanakan tugasnya. Kemarin (5/10), sepuluh tim juri diterjunkan di 26 lingkungan rukun warga (RW) di Kecamatan Kramatwatu, Puloampel, dan Bojonegara. Mayoritas peserta lomba telah bersolek. Namun, belum bisa memenuhi semua kriteria perlombaan.

Tim 4 yang ke Kampung Gedong, Desa Bojonegara; Kampung Sempu; Desa Mangkunegara; dan Kampung Luwungteja, Desa Wanakarta, di Kecamatan Bojonegara melihat kesiapan lingkungan ini menghadapi lomba. Lingkungan RW di tiga desa ini sudah bersolek meski masih ada beberapa kekurangan yang harus dibenahi.

Baca Juga :

Desa Harjatani Tonjolkan Empat Ikon di LKBA Kabupaten Serang 2023, Salah Satunya Jogging Track

Lomba Kampung Bersih dan Aman, Camat Cikeusal Targetkan Pertahankan Gelar Juara

Airin Berpeluang Menang dalam Pilkada Jakarta

Bebas KDRT, Keberhasilan Warga dalam Pencegahan

Di RW 08, Kampung Gedong, Desa Bojonegara, tim juri beranggota empat orang dari Polda Banten, Pemkab Serang, Dinas Pertanian Kabupaten Serang, dan Radar Banten melihat ada keseriusan dari pengurus RT dan RW serta warganya untuk menghias dan membersihkan kampung mereka.

“Kami melakukan bersih-bersih bersama. Alhamdulillah, partisipasi mencapai 70 persen,” ujar ketua RT setempat.

Hanya saja, belum terlihat penghijauan di Kampung Gedong. “Ke depan, insya Allah, bisa (penghijauan-red), Pak,” ujarnya.

Di RW 01, Kampung Luwungteja, Desa Wanakarta, sudah terlihat ada penghijauan. Beberapa warga mulai menanam pohon di depan rumah dan jalan desa. Terlihat mulai asri, meski belum merata. Namun, di perkampungan ini, juri masih menemukan sampah dibiarkan berserakan. “Insya Allah, ke depan, kami bisa rapikan,” ujar Sekretaris Desa Wanakarta Sayuti.

Di RW 01, Kampung Sempu, Desa Mangkunegara, tim juri disambut Aslahudin, Sekretaris Desa Mangkunegara. Ia mengatakan, akan memperbaiki segala kekurangan yang menjadi catatan Tim 4 Dewan Juri LKBA Kabupaten Serang 2019. “Kami berterima kasih atas masukan dewan juri. Dan tentu, ini akan menjadi PR (pekerjaan rumah-red) bagi kami,” ujarnya.

Kekurangan warga memenuhi kriteria lomba juga ditemukan Tim 9 Dewan Juri LKBA Kabupaten Serang 2019 di Kecamatan Kramatwatu. Setidaknya, hal ini ditemukan di RW 002, Kampung Wanasaba, Desa Toyomerto, dan RW 002, Kampung Larangan, Desa Harjatani.  Dua perkampungan di dua desa ini belum bisa memenuhi unsur utama penilaian. Yakni, kebersihan dan kelengkapan pos ronda.

Ada yang menarik saat tim juri dari unsur Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Serang, Polres Cilegon, Korem 064/Maulana Yusuf Serang, dan Radar Banten mengelilingi empat RT di Wanasaba. Di jalan lingkungan di RT 01, masih ada sekira 10 orang yang tengah menghiasi jalan dengan cat. Sementara, di RT 02, tidak ada tanda-tanda penataan lingkungan. Kebersihan di kampung ini, terlihat alami. Begitu pun dengan kondisi pos rondanya.

Di RW 002, Kampung Larangan pun demikian. Pengurus lingkungan baru menyiapkan beberapa tong sampah dari drum bekas. Kendati relatif bersih, tapi belum terlihat ada penataan atau pembenahan lingkungan. Masih alami. Dari enam RT di RW ini, belum semua dilengkapi dengan pos ronda.

Kondisi ini masih bisa dimaklumi oleh tim juri, mengingat Desa Toyomerto dan Harjatani baru saja menggelar pilkades. Dua kampung di dua desa ini masih bisa mengejar ketertinggalan memenuhi kriteria lomba hingga sekira satu bulan ke depan. Pasalnya, penilaian ini baru tahap pertama.

“Pertama, LKBA ini ada kriterianya, masalah pengelolaan sampah dan keamanannya. Kelihatannya, kondisi yang sekarang belum maksimal,” ujar Kabid Tata Bangunan Pendidikan pada Dinas Perumahan dan Pemukiman Kabupaten Serang Deni Hartono. “Hasilnya kita laporkan dulu. Mudah-mudahan, di (penilaian-red) tahap kedua, ada perubahan,” sambungnya soal pastisipasi warga kedua kampung yang juga masih kurang.

Pjs Kepala Desa Toyomerto Supeni menerima catatan dari tim juri ini. “Soal catatan tim juri, kita akan lebih baik lagi, memperbaiki bak sampah. Mudah-mudahan ada jeda waktu ke depan bisa lebih baik,” harapnya.

Peserta LKBA yang terkesan tampil apa adanya juga ditemukan di Desa Pulopanjang, Kecamatan Puloampel. Tim 3 Dewan Juri  LKBA Kabupaten Serang 2019 beranggotakan lima orang dari unsur Radar Banten, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Serang, Dinas Kesehatan Kabupaten Serang, Korem 064/Maulana Yusuf Serang, dan Polda Banten belum menemukan perubahan signifikan terkait penataan lingkungan, kebersihan, dan partisipasi warga. Partisipasi warga baru sebatas gotong royong menyapu halaman rumah dan jalan lingkungan.

Pagar rumah-rumah warganya belum tertata rapi dan belum dicat. Tanaman pendukung, semisal penghijauan dan bunga-bungaan juga seadanya. Pengelolaan sampah pun demikian. Masih tradisional. “Mau menanam serba salah. Di sini (Pulopanjang-red), kambing diliarkan. Begitu ditanam, langsung dimakan kambing,” kata Pjs Kades Pulopanjang Wahyu.

Tim ini juga mengunjungi Desa Margasari dan Banyuwangi. Ketidaksiapan menghadapi penilaian terlihat di Desa Margasari yang baru melaksanakan pilkades. Lingkungan RW 04 di desa ini pun masih alami. Belum tampak polesan berarti.

Untuk Desa Banyuwangi, tahun ini, pihak pemerintah desanya belum mengajukan salah satu RW-nya ikut LKBA KAbupaten Serang 2019. “Kondisi lingkungan di sini perbukitan. Warga masih buang sampah sembarangan. Jadi, belum berani ikut lomba,” kata seorang staf Desa Banyuwangi yang menerima tim juri. (alt-wid-jay-fdr-rio-don/ang)

Tags: Kampung Bersih dan Aman
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Di Banten Masih Ada 323,97 Hektare Kawasan Kumuh

Next Post

Masih Ada Waktu untuk Berbenah

Related Posts

Desa Harjatani Tonjolkan Empat Ikon di LKBA Kabupaten Serang 2023, Salah Satunya Jogging Track
Kabupaten Serang

Desa Harjatani Tonjolkan Empat Ikon di LKBA Kabupaten Serang 2023, Salah Satunya Jogging Track

by Ahmad Rizal Ramdhani
Jumat, 1 September 2023 15:38

Tim juri LKBA Kabuoaten Seramg 2023 saat meninjau taman tanaman obat keluarga di Kompleks Pondok Cilegon Indah (PCI).

Read moreDetails

Lomba Kampung Bersih dan Aman, Camat Cikeusal Targetkan Pertahankan Gelar Juara

Airin Berpeluang Menang dalam Pilkada Jakarta

Bebas KDRT, Keberhasilan Warga dalam Pencegahan

Kampung Aman Itu Warganya Taat Hukum

Bertabur Penghargaan, jadi Momentum Kebanggaan

Semangat Gotong Royong Warga, Kunci Kampung Kopi Raih Juara

Semangat Kebersamaan Jadi Kunci Panebongcurug

Awarding LKBA Kabupaten Serang 2019: Makin Bersih dan Aman

Bertabur Penghargaan untuk Kampung Bersih dan Aman

Next Post
Bersolek, tapi Masih Banyak Kekurangan

Masih Ada Waktu untuk Berbenah

Desa Pangkat Menjadi Percontohan Nasional

Desa Pangkat Menjadi Percontohan Nasional

Usaha Nugget Jadi Potensi Desa Kandawati, Tingkatkan Ekonomi dan Lapangan Kerja

Usaha Nugget Jadi Potensi Desa Kandawati, Tingkatkan Ekonomi dan Lapangan Kerja

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Kemenkum RI: Rampak Bedug Itu Kekayaan Intelektual Komunal Kabupaten Pandeglang 

Kemenkum RI: Rampak Bedug Itu Kekayaan Intelektual Komunal Kabupaten Pandeglang 

Sabtu, 30 Mei 2026 17:42
Wakil Ketua DPRD Pandeglang Dorong Pencopotan Ahmad Mursidi sebagai Staf Ahli Bupati 

Wakil Ketua DPRD Pandeglang Dorong Pencopotan Ahmad Mursidi sebagai Staf Ahli Bupati 

Sabtu, 30 Mei 2026 17:28
Tunggu Pembayaran, Penjual Gas Elpiji Nyaris Tewas Dianiaya Pembeli, Dipukul dengan Tabung Gas Melon

Tunggu Pembayaran, Penjual Gas Elpiji Nyaris Tewas Dianiaya Pembeli, Dipukul dengan Tabung Gas Melon

Sabtu, 30 Mei 2026 17:16
20 Ribu Lebih Siswa SD dan SMP Negeri Kota Serang Bakal Dapat Bantuan Seragam Gratis

20 Ribu Lebih Siswa SD dan SMP Negeri Kota Serang Bakal Dapat Bantuan Seragam Gratis

Sabtu, 30 Mei 2026 16:23
Dindikbud Kota Serang: Seragam Sekolah Gratis Akan Dibagikan Setelah SPMB 2026 Rampung

Dindikbud Kota Serang: Seragam Sekolah Gratis Akan Dibagikan Setelah SPMB 2026 Rampung

Sabtu, 30 Mei 2026 15:32
Bangun Mini Sport di Enam Kecamatan, Pemkot Serang Alokasikan Anggaran Rp 6 Miliar

Bangun Mini Sport di Enam Kecamatan, Pemkot Serang Alokasikan Anggaran Rp 6 Miliar

Sabtu, 30 Mei 2026 15:19
Kemenkum RI: Rampak Bedug Itu Kekayaan Intelektual Komunal Kabupaten Pandeglang 

Kemenkum RI: Rampak Bedug Itu Kekayaan Intelektual Komunal Kabupaten Pandeglang 

Sabtu, 30 Mei 2026 17:42
Wakil Ketua DPRD Pandeglang Dorong Pencopotan Ahmad Mursidi sebagai Staf Ahli Bupati 

Wakil Ketua DPRD Pandeglang Dorong Pencopotan Ahmad Mursidi sebagai Staf Ahli Bupati 

Sabtu, 30 Mei 2026 17:28
Tunggu Pembayaran, Penjual Gas Elpiji Nyaris Tewas Dianiaya Pembeli, Dipukul dengan Tabung Gas Melon

Tunggu Pembayaran, Penjual Gas Elpiji Nyaris Tewas Dianiaya Pembeli, Dipukul dengan Tabung Gas Melon

Sabtu, 30 Mei 2026 17:16
20 Ribu Lebih Siswa SD dan SMP Negeri Kota Serang Bakal Dapat Bantuan Seragam Gratis

20 Ribu Lebih Siswa SD dan SMP Negeri Kota Serang Bakal Dapat Bantuan Seragam Gratis

Sabtu, 30 Mei 2026 16:23
Dindikbud Kota Serang: Seragam Sekolah Gratis Akan Dibagikan Setelah SPMB 2026 Rampung

Dindikbud Kota Serang: Seragam Sekolah Gratis Akan Dibagikan Setelah SPMB 2026 Rampung

Sabtu, 30 Mei 2026 15:32
Bangun Mini Sport di Enam Kecamatan, Pemkot Serang Alokasikan Anggaran Rp 6 Miliar

Bangun Mini Sport di Enam Kecamatan, Pemkot Serang Alokasikan Anggaran Rp 6 Miliar

Sabtu, 30 Mei 2026 15:19

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Kemenkum RI: Rampak Bedug Itu Kekayaan Intelektual Komunal Kabupaten Pandeglang 

Kemenkum RI: Rampak Bedug Itu Kekayaan Intelektual Komunal Kabupaten Pandeglang 

by Purnama Irawan
Sabtu, 30 Mei 2026 17:42

Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani, menerima sertifikat mengukuhkan Rampak Bedug sebagai Kekayan Intelektual Komunal Kabupaten Pandeglang dari Kemenkum RI.

Wakil Ketua DPRD Pandeglang Dorong Pencopotan Ahmad Mursidi sebagai Staf Ahli Bupati 

Wakil Ketua DPRD Pandeglang Dorong Pencopotan Ahmad Mursidi sebagai Staf Ahli Bupati 

by Purnama Irawan
Sabtu, 30 Mei 2026 17:28

Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Pandeglang, MM Fuhaira Amin.

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak