SERANG – Aparat kepolisian Polres Serang Kota menggagalkan puluhan pelajar yang akan tawaruan, Senin (25/11). Polisi mengamankan 41 pelajar dan sejumlah senjata tajam (sajam).
“Kami lakukan tindakan preventif, sebelum kejadian (tawuran-red) kami mengamankan mereka Kami amankan 45 pelajar yang terdiri dari 41 pelajar dan 4 alumnus,” ujar Wakil Kepala Polres Serang Kota Komisaris Polisi (Kompol) Mirodin saat ekspos di Mapolres Serang Kota, Senin (25/11).
Puluhan pelejar yang diamankan tersebut berasal SMK 1 PGRI Kota Serang sebanyak 13 orang, SMK 3 PGRI Kota sebanyak 2 orang, SMK Banten Jaya 2 orang, SMK Prisma 3 orang, SMK 2 Pandeglang 3 orang. Kemudian SMK Fatahillah 8 orang, SMK Insan Cendikia 1 orang, SMK PGRI Kragilan 3 orang.
“Selain itu ada SMP PGRI 2 Kragilan, SMP 2 Kramatawatu 2 orang jumlahnya 45 termasuk empat alumni tadi,” kata Mirodin didampingi Kasat Reskrim Polres Serang Kota AKP Indra Feradinata dan Kasubag Humas Polres Serang Kota Iptu Badri Hasan.
Dia menjelaskan ajakan tawuran tersebut berawal dari grup media sosial (medsos) jenis WhatsApp (WA). Dalam grup tersebut SMK Fatahillah ditantang untuk tawuran sebagai kado “berdarah” HUT PGRI yang ke-74. “Sasarannya sebenarnya SMK PGRI karena ulang tahun. Jadi mereka ini (grup SMK PGRI-red) melawan SMK Fatahillah. Untuk pelajar SMP tadi hanya simpatisan yang diajak saja,” ucap Mirodin.
Tawuran antara pelajar tersebut berhasil digagalkan setelah polisi mendapatkan informasi lebih awal melalui intelijen. Dari informasi itu polisi kemudian menuju lokasi tawuran yang disebutkan. “Kegiatan ini diawali dengan informasi intelijen,” ujar Mirodin.
Polisi yang telah menunggu di lokasi langsung mengamankan puluhan pelajar yang akan tawuran. Dari tiga tempat tersebut banyak pelajar kalang kabut mengetahui kedatangan polisi. “Tadi ada yang lolos (pelajar-red),” kata Mirodin.
Dari tiga lokasi polisi berhasil mengamankan sejumlah senjata tajam. Antara lain satu buah gir, satu buah golok dan tiga buah celurit. Sajam tersebut ditinggalkan pelajar saat dikejar polisi.
Saat dilakukan pemeriksaan, 45 orang yang diamankan membantah sajam tersebut. “Mereka tidak ada mengakui, tapi kami akan selidiki,” kata Mirodin.
Dia mengatakan, pihaknya juga akan melakukan penyelidikan terhadap satu grup WA tersebut. Ada lima nomor ponsel yang telah didapatkan polisi. Kelima nomor tersebut akan diselidiki. “Kami akan telusuri (nomor ponsel-red),” kata Mirodin.
Puluhan pelajar tersebut lanjut Mirodin akan dipulangkan ke rumah masing-masing. Mereka telah dilakukan pendataan, membuat pernyataan tidak mengulangi lagi perbuatannya dan dilakukan pemeriksaan sidik jari serta dokumentasi. “Kami juga lakukan BAP (berkas acara
pemeriksaan-red) dan panggil orang tua mereka,” kata Mirodin.
Untuk mencegah kejadian serupa terjadi, Polres Serang Kota akan berkoordinasi dengan intansi terkait. “Kami akan koordinasi dengan pihak sekolah, Dinas Pendidikan dan Walikota Serang agar kejadian ini tidak terulang,” ucap Mirodin.
Sementara itu salah satu pelajar AL (16) membantah akan melakukan tawuran. Pelajar asal SMKN 2 Pandeglang ini mengaku diajak temannya untuk ke Anyer. “Enggak tawuran. Mau ke Anyer,” kata AL singkat.
Hal yang hampir sama diungkapkan AA (16). Pelajar asal SMK Fatahillah ini membantah akan tawuran. “Enggak tawuran. Cuma saya ikut ditangkap,” kilah AA. (Fahmi Sai)









