CILEGON – Politisi senior Sahruji beberapa waktu terakhir menjadi sorotan publik. Hal itu lantaran pria yang lama berkiprah di Partai Golkar tersebut didapuk sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Cilegon.
Awalnya, ia ditunjuk sebagai Pelaksana tugas (Plt) Ketua DPC PPP Kota Cilegon, kemudian pada Musyawarah Cabang (Muscab), Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Cilegon itu diusulkan sebagai ketua depinitif.
Sahruji bersama PPP pun dinilai bisa menjadi ancaman Partai Golkar di Kota Cilegon dalam Pemilihan Umum (Pemilu), terutama pada Pemilihag Legislatif (Pileg) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon.
Sahruji dianggap menjadi ancaman karena kepindahannya ke PPP dianggap bisa menarik gerbong Golkar ke partai berlambang ka’bah tersebut.
Kemudian, pada Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Cilegon tahun 2019 lalu pun sikap Sahruji diikuti oleh sejumlah kader Golkar. Kemudian, Muscab PPP pun dihadiri banyak kader Golkar.
Sosiolog sekaligus pengamat politik Suwaib Amirudin menilai Sahruji sangat berpotensi menggerus suara partai Golkar di Kota Cilegon pada Pemilu 2024 nanti.
Ancaman Sahruji akan semakin besar jika ia bisa membawa kader atau tokoh Golkar masuk dalam kepengurusan DPC PPP Kota Cilegon.
“Bisa mengurangi suara Golkar, karena pa Sahruji sudah punya barisan, Golkar kemarin juga ada yang memblok ke beliau, kalau pa Sahruji bisa meyakinkan yang di Golkar itu pindah ke PPP, akan semakin kuat,” papar Suwaib kepada Radar Banten, Kamis (16/9).
Di sisi lain, Sahruji pun telah diketahui sebagai salah satu tokoh penting yang berperan dalam mendongkrak perolehan suara Partai Golkar di Kota Cilegon selama ini.
Namun, lanjut Suwaib, ancaman Sahruji bisa tidak terjadi, jika pria yang pernah menjadi anggota DPRD Kota Cilegon tersebut gagal meyakinkan publik jika PPP adalah parta yang layak mendapatkan dukungan serta gagal membangun infrastruktur partai.
Golkar sendiri akan memiliki kekuatan yang lebih kuat seiring dengan keluarnya Tb Iman Ariyadi pada 23 September mendatang. Hal itu karena Iman dinilai Suwaib sebagai politisi yang mempunyai kemampuan negosiasi dan melakukan konsolidasi yang sangat baik.
Dengan pindahnya Sahruji ke PPP perlu menjadi perhatian serius bagi Iman Ariyadi jika ingin mengembalikan kejayaan Golkar dan trah jombang di Pemlihan Kepala Daerah (Pilkada) nanti.
“Pa Saruji ini termasuk tokoh yang patut diperhitungkan, pa Iman juga baru keluar dari Lapas perlu konsolidasi mendalam,” tuturnya.
Terlepas bagaimanapun kondisi politik nanti pasca keluarnya Iman Ariyadi, Suwaib menilai politik Cilegon akan semkain dinamis. Kekuatan besar Sahruji dan Iman Ariyadi akan mewarnai pesta demokrasi nanti.
“Pa Iman dan Pa Sahruji masing-masing punya barisan,” ujarnya. (bam/air)











