Erupsi GAK Bukan Penyebab Gempa
SERANG – Warga pesisir pantai diminta untuk tetap waspada karena cuaca esktrem. Namun, pemerintah mengimbau untuk tetap tenang dan tidak panik.
Cuaca ekstrem terjadi di perairan Selat Sunda. Gelombang ombak besar terjadi lantaran puncak musim hujan dan erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).
Pantauan Radar Banten di kawasan wisata Anyar-Cinangka, gelombang tinggi disertai angin kencang terjadi di wilayah pesisir. Rata-rata ketinggian ombak sekira satu sampai dua meter. Sejumlah pedagang juga tampak membereskan perlengkapan warungnya karena diterjang ombak.
Manajer Krisis Center pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, Jhoni Efendi mengatakan, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), cuaca ekstrem memang sedang terjadi di Selat Sunda.
Ia mengatakan, gelombang tinggi yang terjadi di Anyar-Cinangka disebabkan oleh masuknya puncak musim hujan. Kemudian, juga karena erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). “Eruspi juga berpengaruh karena menimbulkan getaran sehingga menyebabkan gelombang air,” katanya.
Karena itu, pihaknya mengimbau kepada warga dan wisatawan untuk tetap waspada dan dianjurkan menggunakan masker. “Karena angin mengarah ke timur, sehingga dikhawatirkan membawa abu vulkanik dari GAK,” ujarnya.











