SERANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang mencatat ada 11 sekolah dasar terdampak banjir, Selasa(1/3/2022).
Kesebelas sekolah tersebut, yakni SDN Serang 1, SDN Serang 5, SDN Serang 18, SDN Lopang Domba, SD Muhammadiyah Kaujon, SDN Ciputat, SDN Kaloran Kidul, SDN Karangantu, SDN Pamarican 2, SD Al-Azhar Kaujon, dan SDN Pamarican 1.
SDN Pamarican 1 di Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, paling parah. Hingga kini, air masih merendam sekolah dan lingkunganya. Penyebabnya, posisi sekolah berada di bawah jalan.
Kepala SDN Pamarican 1 Komarudin mengatakan, sejak dua hari lalu hingga kini belum surut. Kini, air di bagian dalam sekolah setinggi 40 sentimeter.
“Ya jadi tadi pagi jam 9.00 WIB saya ke sekolah masih belum surut. Saya pun tidak masuk ke halaman sekolah,” ujarnya kepada Radar Banten, Kamis (3/3/2022).
Komarudin mengatakan, pada saat puncak banjir ketinggian air sampai satu meter. Meski di tempat lain sudah surut, letak sekolah di bawah jalan mengakibatkan air masih tergenang.
“Ini banjir dari tanggal 1 Maret sampai saat ini belum surut airnya karena tidak bisa mengalir sekolah lebih rendah dari jalan,” katanya.
Komarudin mengaku, pihaknya masih menunggu bantuan penyedotan air dari Badan Pananggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang yang tengah fokus membantu korban bencana di tempat lain.
Sekretaris Dindikbud Kota Serang Sarnata mengatakan, pihaknya telah meminta kepala sekolah yang terdampak banjir untuk segera berkoordinasi dengan BPBD. “Ada 11 sekolah yang terdampak banjir. Paling parah di SDN Pamarican 1,” katanya.
Sarnata mengaku, pihaknya telah memberikan imbauan kepada pihak sekolah, mulai dari penanganan banjir hingga pasca banjir. “Sekarang pihak sekolah telah membersihkan lumpur, bekas banjir,” terangnya. (Fauzan)











