slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Bisnis Kombis

Dari Bojonegoro ke Belanda, BRI Dukung Healthy Snack Matoh Perkuat Ekspor

Redaksi by Redaksi
12-09-2022 17:31:00
in Kombis
Dari Bojonegoro ke Belanda, BRI Dukung Healthy Snack Matoh Perkuat Ekspor
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

JAKARTA – Berawal dari upaya meningkatkan economic value bahan pangan singkong, camilan sehat keripik singkong dengan brand Matoh asal Bojonegoro, Jawa Timur lahir pada 2013. Kini Matoh pun sudah menjadi produk ekspor dan turut meramaikan Festival Tong Tong di Belanda.

Matoh adalah brand keripik singkong yang dibesarkan oleh PT Paretu Estu Guna dengan enam varian rasa berbeda yaitu Keju, Original Soya, Manis Asin, Sambal Purut, Balado dan Sea Salt. Selain itu, dua bulan lalu Matoh merilis varian baru keripik ubi rasa Cinnamon.

Baca Juga :

‎Pemkab Lebak Dorong Diversifikasi Pangan Lokal

Aturan Pajak UMKM 2026 Resmi Berlaku, Simak Perubahan Tarif dan Kriteria Penerimanya

BRI Group Tebar Kepedulian Idul Adha, Salurkan Lebih 5.000 Hewan Kurban Untuk Masyarakat

Sinar Mas Land Gelar Workshop UMKM 2026, Dorong Pelaku Usaha Melek AI

Factory Manager PT Paretu Estu Guna Muhammad Pujiono bercerita, pada awalnya ia merintis usaha dari mengubah gudang tembakau menjadi gudang tepung singkong gluten free. Dengan pasokan dari petani singkong di daerahnya, pihaknya pun mencoba membuat keripik singkong dengan tujuan meningkatkan nilai ekonomidari tanaman pangan tersebut.

Jatuh bangun saat menjalankan usaha, mendorongnya untuk riset terhadap bibit singkong yang bagus sebagai bahan baku keripik. Hingga pada 2013 pihaknya mendapatkan varian bibit singkong yang cocok dari Kalimantan untuk diformulasikan menjadi makanan ringan. “Kami membuat singkong dengan value yang tinggi sebagai healthy snack dan hadirlah keripik singkong ini,” ujarnya.

Selanjutnya, ia merasa terpanggil memberdayakan petani di wilayah Bojonegoro. Pasalnya, banyak lahan pertanian di Bojonegoro gagal panen karena pengairan yang kurang, sedangkan singkong perawatannya relatif mudah dan tidak memerlukan air yang banyak.

“Akhirnya kami kolaborasi dengan beberapa petani, kami memberikan bibit yang kami ambil waktu panen. Jadi, keripik singkong dengan brand Matoh yang merupakan bahasa lokal Bojonegoro artinya bagus, sip, atau top. Gudang pun kami ubah dengan konsep food grade,” katanya.

Adapun dalam pemasaran Matoh, pihaknya menjalankan berbagai strategi. Salah satunya mengikuti BRI UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR, ajang untuk mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI. Pada ajang tersebut ia juga mendapat kesempatan untuk mengikuti Festival Tong Tong di Negeri Kincir Angin.

Pujiono pun bercerita bahwa Matoh sudah diekspor sejak 2019 setelah rutin mengikuti program pelatihan ekspor dari pemerintah. Sebelum pandemi Covid-19 melanda dunia, Pujiono mengatakan porsi ekspor Matoh mencapai 65% dari total produksi.

“Di dalam negeri, orang makan healthy snack itu masih relatif rendah. Matoh tidak ada pengawet, gluten free, tidak menggunakan pewarna, seasoning-nya punya sendiri dari rempah khas Indonesia yang menerapkan penanaman secara organik. Jadinya Matoh itu premium healthy snack. Enak tapi menyehatkan juga,” ujar Pujiono.

Namun, ketika pandemi melanda porsi penjualan menjadi terbalik yaitu 65% untuk pasar lokal dan 35% ekspor. Menurutnya hal itu terjadi karena adanya lockdown di beberapa negara sehingga proses pengiriman menjadi terbatas.

Kendati demikian, hal itu tak menyurutkan pihaknya untuk terus memperluas pasar ekspor. Rencananya Matoh akan melakukan ekspansi ke Kawasan Timur Tengah dan Afrika. Di sisi lain, pihaknya akan memprioritaskan Belanda sebagai tujuan ekspor berikutnya. Belanda dinilai memiliki pasar yang tinggi karena masyarakat Belanda lebih familiar dengan produk dan cita rasa Indonesia. Adapun saat ini, pasar terbesar Matoh di Tanah Air adalah Pulau Bali.

Dengan harga produk Matoh termurah Rp13.000, Pujiono menuturkan produksi Matoh kini mencapai 25-30 ton atau sekitar 40.000-50.000 kemasan per bulan. Dalam menjalankan usaha, pihaknya juga mempekerjakan sekitar 30 karyawan dan bekerja sama dengan sekitar 8 petani yang per orangnya mengelola ladang singkong 1,5-2 hektar.

Konsisten Edukasi UMKM Go Global

Direktur Bisnis Kecil & Menengah BRI Amam Sukriyanto menjelaskan bahwa pihaknya terus mengedukasi dan menyiapkan pelaku UMKM untuk mengembangkan pangsa pasarnya hingga ke mancanegara atau go global.

Amam menambahkan bahwa perseroan juga melakukan strategi business matching mempertemukan konsumen (buyer) dari mancanegara dengan UMKM lokal. Strategi ini dapat dilihat dari gelaran BRI UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR, ajang tahunan BRI untuk mendorong pelaku UMKM binaan BRI go global.

Di tahun lalu, ajang tersebut mencatatkan transaksi business matching hingga US$72,13 juta atau melampaui target perseroan yang telah ditetapkan sebesar US$65 juta. Adapun sebanyak 110 buyers meramaikan ajang ini yang berasal dari 31 negara, termasuk Amerika Serikat, Uni Eropa, Timur tengah, hingga Australia.

“UMKM lokal memiliki potensi yang sangat besar dengan beragam keunikan serta produk yang disukai oleh berbagai konsumen dari berbagai negara. Untuk itu lah, kami coba berusaha mendampingi agar produk UMKM lokal ini memiliki kualitas terbaik dan selaras dengan kebutuhan pasar,” tambahnya. (*)

Tags: BBRIBRIEksporImporKontribusi BUMN untuk Masyarakat IndonesiaMatoh FoodPasar Tong TongUMKM
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Jalan Rusak Sepanjang 12 Kilometer, Warga Sumur Tambal Jalan Berlubang

Next Post

Bawa Poster ke Acara Rakor, PMII Lebak Minta PDIP Tolak Kenaikan BBM

Related Posts

Lebak

‎Pemkab Lebak Dorong Diversifikasi Pangan Lokal

by Nurabidin
Rabu, 17 Juni 2026 15:35

‎‎LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, menegaskan pentingnya mengembalikan kebanggaan terhadap pangan lokal sebagai langkah strategis dalam menghadapi berbagai...

Read moreDetails

Aturan Pajak UMKM 2026 Resmi Berlaku, Simak Perubahan Tarif dan Kriteria Penerimanya

BRI Group Tebar Kepedulian Idul Adha, Salurkan Lebih 5.000 Hewan Kurban Untuk Masyarakat

Sinar Mas Land Gelar Workshop UMKM 2026, Dorong Pelaku Usaha Melek AI

UMKM Tangsel Didorong Punya Legalitas dan Perlindungan Kekayaan Intelektual

Awas Penipuan! BRI Tegaskan Pengajuan KUR Tidak Pernah Ditawarkan Lewat Online

Dorong Produk Lokal Naik Kelas, Kemenkum Beri Legalitas Hukum 9 Pelaku UMKM Pandeglang

Pengurus Koperasi Merah Putih Ikut Pelatihan di Hotel, Serap Anggaran Dana Desa Rp14 Juta

Menata Asa Lewat Kemitraan Indomaret, Perjalanan Sumarno Membangun Usaha Martabak Nyong

Perputaran Uang di Seba Baduy 2026 Capai Rp1,7 Miliar

Next Post
Bawa Poster ke Acara Rakor, PMII Lebak Minta PDIP Tolak Kenaikan BBM

Bawa Poster ke Acara Rakor, PMII Lebak Minta PDIP Tolak Kenaikan BBM

Dapat Bantuan dari Mensos, Keluarga Bocah Penderita Jantung Bocor di Lebak: Saya Pasrah, Sempat Mau Jual Rumah

Dapat Bantuan dari Mensos, Keluarga Bocah Penderita Jantung Bocor di Lebak: Saya Pasrah, Sempat Mau Jual Rumah

Kominfo Pandeglang Latih 200 Pelaku Usaha

Kominfo Pandeglang Latih 200 Pelaku Usaha

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seorang warga tengah membeli obat di Apotek Banjar Medika Farma, Kabupaten Pandeglang.

Harga Obat di Apotek Pandeglang Naik Hingga 30 Persen, Dampak Nilai Tukar Rupiah Melemah

Kamis, 18 Juni 2026 12:36
Petugas Dinas Kesehatan Kota Cilegon membagikan ikan pemakan jentik untuk didistribusikan ke sembilan puskesmas.

Cegah Kematian Akibat DBD, Dinkes Cilegon Sebar Ikan Pemakan Jentik ke 9 Puskesmas

Kamis, 18 Juni 2026 12:29
Amankan 16 Unit Sepeda Motor, Kapolres Pandeglang: Korban Curanmor Bisa Ambil, Gratis!

Amankan 16 Unit Sepeda Motor, Kapolres Pandeglang: Korban Curanmor Bisa Ambil, Gratis!

Kamis, 18 Juni 2026 10:46
Komplotan Curanmor Ditangkap, Satu Pelaku Ditembak

Komplotan Curanmor Ditangkap, Satu Pelaku Ditembak

Kamis, 18 Juni 2026 10:30
Udara di Tangerang Tidak Sehat, Konsentrasi PM2.5 Lampaui Batas WHO

Udara di Tangerang Tidak Sehat, Konsentrasi PM2.5 Lampaui Batas WHO

Kamis, 18 Juni 2026 10:25
Korupsi Minyak Goreng PT ABM, Direktur PT KAN Siap Kembalikan Uang Negara Rp 20,4 Miliar

Korupsi Minyak Goreng PT ABM, Direktur PT KAN Siap Kembalikan Uang Negara Rp 20,4 Miliar

Kamis, 18 Juni 2026 09:41
Seorang warga tengah membeli obat di Apotek Banjar Medika Farma, Kabupaten Pandeglang.

Harga Obat di Apotek Pandeglang Naik Hingga 30 Persen, Dampak Nilai Tukar Rupiah Melemah

Kamis, 18 Juni 2026 12:36
Petugas Dinas Kesehatan Kota Cilegon membagikan ikan pemakan jentik untuk didistribusikan ke sembilan puskesmas.

Cegah Kematian Akibat DBD, Dinkes Cilegon Sebar Ikan Pemakan Jentik ke 9 Puskesmas

Kamis, 18 Juni 2026 12:29
Amankan 16 Unit Sepeda Motor, Kapolres Pandeglang: Korban Curanmor Bisa Ambil, Gratis!

Amankan 16 Unit Sepeda Motor, Kapolres Pandeglang: Korban Curanmor Bisa Ambil, Gratis!

Kamis, 18 Juni 2026 10:46
Komplotan Curanmor Ditangkap, Satu Pelaku Ditembak

Komplotan Curanmor Ditangkap, Satu Pelaku Ditembak

Kamis, 18 Juni 2026 10:30
Udara di Tangerang Tidak Sehat, Konsentrasi PM2.5 Lampaui Batas WHO

Udara di Tangerang Tidak Sehat, Konsentrasi PM2.5 Lampaui Batas WHO

Kamis, 18 Juni 2026 10:25
Korupsi Minyak Goreng PT ABM, Direktur PT KAN Siap Kembalikan Uang Negara Rp 20,4 Miliar

Korupsi Minyak Goreng PT ABM, Direktur PT KAN Siap Kembalikan Uang Negara Rp 20,4 Miliar

Kamis, 18 Juni 2026 09:41

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Seorang warga tengah membeli obat di Apotek Banjar Medika Farma, Kabupaten Pandeglang.

Harga Obat di Apotek Pandeglang Naik Hingga 30 Persen, Dampak Nilai Tukar Rupiah Melemah

by Purnama Irawan
Kamis, 18 Juni 2026 12:36

PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID- Harga obat di apotek Kabupaten Pandeglang mengalami kenaikan kurang lebih 30 persen. Hal itu dipicu melemahnya nilai tukar...

Petugas Dinas Kesehatan Kota Cilegon membagikan ikan pemakan jentik untuk didistribusikan ke sembilan puskesmas.

Cegah Kematian Akibat DBD, Dinkes Cilegon Sebar Ikan Pemakan Jentik ke 9 Puskesmas

by Adam Fadillah
Kamis, 18 Juni 2026 12:29

CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Untuk mencegah kematian akibat Demam Berdarah Dengue (DBD), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon membagikan ikan pemakan jentik...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak