SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten akan melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi di luar negeri. Sinergi itu merupakan bagian dari upaya dan program internasionalisasi perguruan tinggi yang memiliki visi world class university.
Misalnya akan melakukan MoU dengan perguruan tinggi di Thailand pada akhir November 2022. Pada Desember kerja sama dengan India. Duta Besar India mengizinkan 50 tenaga pendidik untuk mengadakan riset di India. Apalagi India memiliki perpustakaan terbaik di dunia.
Hal itu disampaikan Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Prof. Dr. H. Wawan Wahyuddin, M.Pd. pada Sidang Senat Terbuka dalam rangka Dies Natalis ke-60, Kamis (13/10).
Dies natalis bertema “Bersinergi Membangun Perguruan Tinggi Menuju Indonesia Emas 2045” diisi orasi ilmiah Menteri Investasi/Kepala Badan Penanaman Modal Bahlil Lahadalia. Turut hadir dan memberikan sambutan Wakil Ketua MPR RI Yandri Susanto, Kasubdit Akademik Kementerian Agama Adib Abdussomad, dan Pj Gubernur Banten Al Muktabar yang diwakili Staf Ahli Gubernur Komari.
Tamu undangan lainnya yang hadir antara lain Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar KH Embay Mulya Syarief, Ketua PW Nahdlatul Ulama Banten KH Bunyamin Hafid, perwakilan Korem 064/Maulana Yusuf, dan Polda Banten.
Menurut Wawan, internasionalisasi pendidikan sudah mulai terjadi dengan dibukanya beberapa universitas yang berafiliasi dan bebebrapa universitas yang sudah menjalani program dual-degree ke luar negeri.
Beberapa perguruan tinggi di Indonesia bahkan sudah menerima mahasiswa asing, mengirim tenaga pengajar untuk diperbantukan di luar negeri, kerja sama penelitian dan program akademis lainnya.
*Internasionalisasi sebuah perguruan tinggi dapat dilakukan dengan kerja sama berbagai universitas internasional,” ungkap Wawan.

Dalam kaitan itu, kata Wawan, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten harus dapat beradaptasi, mendapat akses untuk masuk dalam pergaulan ilmu internasional, dan mendapatkan manfaat dari kecenderungan tersebut. UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menyadari bahwa peran dan sumbangannya bagi setiap perubahan di tingkat lokal dan global ditentukan oleh setiap kegiatan universitas di dalam masyarakat.
Untuk dapat memberikan sumbangan yang berarti bagi bangsa dan dunia, lanjut dia, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten memiliki visi untuk menjadi universitas yang unggul dalam integrasi keilmuan dan berwawasan global. Untuk mencapai visi tersebut, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten secara bertahap melaksanakan program internasionalisasi sebagai jawaban pula atas tantangan globalisasi, namun tetap memperhatikan nilai-nilai keilmuan keislaman dan local wisdom.
Wawan melanjutkan, dalam proses pencapaian tersebut, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten senantiasa berusaha meningkatkan kapasitasnya, dalam kesadaran sebagai sebuah institusi yang sedang berusaha menuju universitas berkelas internasional, menyangkut berbagai dimensi internasional dalam penelitian, pengajaran dan pembelajaran, serta pengabdian masyarakat.
Dimensi internasionalisasi UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten mencakup staf dan mahasiswa yang berkelas internasional, program mobilitas staf dan mahasiswa, kerja sama internasional di bidang penelitian, dan kurikulum yang berorientasi internasional.
“Kolaborasi dan berbagi pengetahuan dengan berbagai universitas lain di penjuru dunia merupakan bagian penting yang dapat mendukung UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten untuk menjadi universitas kelas dunia dengan tujuan utama untuk memainkan peranan penting dan berkontribusi untuk peradaban dan kemanusiaan,” ungkapnya.
Kerja sama universitas dapat berupa program gelar ganda, pertukaran mahasiswa, kerja sama penelitian, pertukaran materi publikasi akademis, kerjasama dalam proyek-proyek pelatihan, ajang karya singkat, partisipasi dalam seminar-seminar, dan sebagainya. Dalam kerangka pertukaran mahasiswa, para mahasiswa akan dapat keuntungan dari proses pembelajaran dan pengajaran internasional selama kuliah.
Dalam hal ini, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menerima mahasiswa dan peneliti internasional untuk pembelajaran atau penelitian.
“Secara bertahap harapan kami penggunaan bahasa asing, baik Inggris maupun arab akan diterapkan di tiap program studi, sehingga pada akhir dari Rencana Strategis, persentase dari kelas yang berpengantar bahasa Inggris akan mampu diterapkan dengan standar yang baik.
Program pertukaran mahasiswa internasional dapat dilakukan dengan dua model, yaitu pertukaran mahasiswa ke dalam dan pertukaran mahasiswa keluar. Pertukaran mahasiswa ke dalam berarti mahasiswa internasional memilih UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten untuk menyelesaikan program gelar di Negara asal mereka mendapatkan pengalaman hidup dengan kebudayaan berbeda. Sementara pertukaran mahasiswa ke luar berarti mendorong mahasiswa UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten untuk melakukan studi di luar negeri sebagai bagian dari pembelajaran mereka. Para mahasiswa diharapkan dapat memiliki pengalaman internasional dan dapat memperluas perspektif mereka agar kelak dapat aktif di dunia global.
Pada saatnya nanti, program pertukaran mahasiswa ini akan diperluas menjadi program gelar ganda (dual degree) dan program sandwich. Untuk program gelar ganda, mahasiswa yang berhasil menyelesaikan program tersebut akan menerima gelar ganda dari dua lembaga yang bersangkutan. UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten akan memiliki beberapa kesempatan atas progam ini dengan universitas-universitas lain. Program-program tersebut membuat kualitas pembelajaran dan pengajaran UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten dikenal secara internasional oleh universitas-universitas mitra. Sementara untuk program sandwich, para mahasiswa memulai studi mereka di Negara asal, melakanakan penelitian di luar negeri. Kemudian kembali ke Negara asal untuk menyelesaikan studi dan mempresentasikan tesis/disertasi. Program ini ditujukan untuk tingkat Pascasarjana dengan universitas-universitas yang menjalin kerja sama dengan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. (*)
Editor: Aas Arbi











