TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Orangtua korban sodomi meminta pemberitaan media tidak membuka identitas anak mereka secara terbuka ke publik.
Hal ini ditegaskan Kanit Perlindingan Anak dan Perempuan (PPA) Polres Kota Tangsel Iptu Soswanto. Menurut Siswanto, orangtua korban sodomi merasa risih atas pemberitaan anaknya saat ini.
“Tadi saya dapat telepon dari keluarga korban. Mereka kaget membaca pemberitaan anak mereka di media,” ucap Siswanto di ruang kerjanya, Selasa 27 Desember 2022.
Siswanto meminta agar media dapat proporsional dan memperhatikan batasan-batasan pemberitaan terhadap kasus anak.
“Saya meminta agar media dapat mengerti bahwa ini kasus anak. Maka harus tahu batasan batasan, karena ini menyangkut psikologi anak yang jadi korban,” jelasnya.
Siswanto menambahkan, pemberitaan yang terlampau akan merusak psikologi dari anak korban pelecehan dan hal ini yang tengah dijaga pihaknya. “Kami menjaga psikologi anak, baik korban maupun terlapor yang masih anak,” ujarnya.
Reporter: Syaiful Adha
Editor: Abdul Rozak











