SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Partai Gerindra dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) diprediksi akan mendapatkan limpahan suara pada Pemilu 2024 khususnya di wilayah Banten.
Hal itu dikatakan oleh akademisi sekaligus Pengamat Politik dan Kebijakan Publik Universitar Serang (Unsera), Ahmad Sururi.
Bukan tanpa alasan, limpahan suara itu merupakan efek ekor dari pencapresan Prabowo Subianto oleh Gerindra maupun Ganjar Pranowo oleh PDIP.
“Oke, efek ekor Bacapres Ganjar dan Prabowo terhadap elektabilitas PDIP dan Gerindra cukup kuat. Kekuatan tersebut disebabkan karena keduanya memiliki basis massa Parpol yang militan dan tradisional. Variabel pemilih tradisional ini yang menjadi daya ungkit bagi terciptanya efek ekor jas dengan dicalonkannya Ganjar dan Prabowo sebagai Capres,” kata Sururi kepada Radar Banten, Selasa 16 Mei 2023.
“Keduanya figur kuat, dan PDIP maupun Gerindra berpotensi mendapatkan limpahan suara,” tambahnya.
Kata Sururi, di Banten baik Ganjar maupun Prabowo memiliki masih masa yang kuat, tidak kalah dengan basis masa dari Capres Anies Baswedan yang diusung oleh Koalisi Perubahan. Apalagi menginggat hasil Pemilu 2019 lalu, yang mana suara Prabowo unggul di Banten.
” Tetapi catatan saya, keduanya figur kuat di partai masing-masing, sehingga untuk dapat menciptakan efek ekor jas di Banten yang lebih kuat, mesin partai mesti konsisten mengendorce,” ucapnya.
Untuk mempertahankan suara Prabowo, menurutnya, Gerindra harus segera melakukan gerakan dengan menyapa dan mendekati konstituen di Banten. Sebab, tidak menutup kemungkinan, suara dari Prabowo maupun Jokowi akan bebalik kepada Anies Baswedan
” Berbeda dengan Nasdem, PKS dan Anies, terlihat ada efek ekor jas yang menguat, apakah ini berasal dari pemilih Jokowi dan Prabowo di 2019? Jawabnya sangat mungkin. Artinya, jika ingin bertahan dengan suara besar di Banten, Prabowo mesti melakukan kembali investasi sosial dan politiknya di Banten,” ungkapnya.
Untuk PDIP, kata Sururi, efek ekor jas Ganjar harus dimanfaatkan semaksimal mungkin dengan melakukan branding oleh Ganjar Pranowo dilingkungan masyarakat. Sebab, di masyarakat, Ganjar masih memiliki citra negatif atas statmennya yang disebut jadi pembatalan Piala Dunia di Indonesia.
Terlebih kejenuhan masyarakat terhadap oligarki saat ini, yang sudah dipimpin oleh PDIP dan Demokrat masing-masing sepuluh tahun.
” Efek oligarki memang tidak dapat dilepaskan dari kekuasaan (politik,-red), oligarki akan selalu beradaptasi terhadap siapa yang sedang berkuasa, hanya barangkali porsinya yang harus dibatasi. Termasuk pernyataan Ganjar soal piala dunia, efeknya tetap ada meskipun perlahan bisa diredam,” imbuhnya.
Diakhir, Sururi berharap Pemilu 2024 nanti dapat diikuti lebih dari 4 pasangan, dan menciptakan demokrasi yang harmonis, aman, dan kondusif yang berujung terlahirnya pemimpin amanah yang pro terhadap berbagai kalangan.
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Ahmad Lutfi











