PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Seluas 40 hektare lahan sawah di Desa Karangsetra, Kecamatan Koroncong, Kabupaten Pandeglang mengalami kekeringan.
Penyebabnya karena saluran irigasi sudah tidak berfungsi lagi. Petani hanya bisa menanam padi setahun sekali.
Kepala Desa Karangsetra Mahdar mengatakan, lahan sawah seluas 40 hektare yang mengalami kekeringan berada di Blok Rakatlang dan Pasirhapa.
“Dulunya itu merupakan sawah irigasi yang airnya mengalir sepanjang tahun. Tapi kini menjadi sawah tadah hujan karena mengalami kekeringan,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Jumat, 19 Mei 2023.
Penyebab lahan sawah menjadi kering karena saluran irigasi tak berfungsi. Tembok penahan tanah saluran irigasi di beberapa titik ada yang rusak parah.
“Rusaknya TPT saluran irigasi ini menyebabkan sumber air yang berasal dari Bendungan Rakatlang tidak mengalir ke area pesawahan milik masyarakat. Kini menjadi sawah tadah hujan yang hanya mengandalkan pengairan dari air hujan,” katanya.
Kondisi saluran irigasi rusak ini sudah berlangsung belasan tahun. Semenjak dirinya belum menjabat sebagai kepala desa.
“Kalau diusulkan sudah namun memang belum ada realisasi. Ditambah lagi tiga tahun ke belakang ini kan ada pandemi Covid -19,” katanya.
Tahun ini, diungkapkan Mahdar, kembali mengusulkan kepada Dinas PUPR dan juga Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pandeglang.
“Kasihan petani harusnya bisa menanam padi satu tahun tiga kali menjadi hanya satu kali. Itupun untung-untungan, kalau ada hujan bisa panen kalau kemarau ya gagal panen ataupun hasil produksinya kurang maksimal sehingga merugikan petani,” katanya.
Salah satu petani, Zarkasih, mengungkapkan, penyebab utama sawah kekeringan karena ada tembok penahan tanah saluran irigasi jebol.
“Harapan kita, ya secepatnya ditangani agar produksi pertanian kembali berjalan baik, tidak sekarang harus mengandalkan air hujan,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Aas Arbi











