LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) menerima kunjungan kerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang ke Sekrtetriat GMLS di Villa Hejo Kiara Payung, Desa Panggarangan, Kecamatan Panggarangan.
Kunjungan ini bertujuan untuk berbagi pengalaman dalam pengurangan risiko bencana gempa megathrust tsunami yang berpotensi terjadi di pesisir barat dan selatan Pulau Jawa.
Dalam kunjungan tersebut BPBD Kabupaten Pandeglang menyerap informasi apa saja yang telah dilakulan di Desa Panggarangan. Termasuk teknologi Sirine Mandiri Desa yang multifungsi dan bisa dibiayai cukup dari anggaran dana desa.
“GMLS di Lebak Selatan ini sangat luar biasa, tidak hanya kesiapsiagaan saja, kami juga belajar mengenai resiliensi masyarakat pasca bencana,” ungkap Rahmat Zulfikar Sekretaris BPBD Kabupaten Pandeglang, Kamis 1 Juni 2023.
Menurutnya, Pemkab Lebak sangat beruntung memiliki masyarakat yang punya kepedulian terhadap bencana dan memiliki ide yang luar biasa seperti ini.
“Kami dari BPBD Pandeglang tentunya sangat mengapresiasi atas inisiatifnya komunitas ini, dimana telah memberikan dampak positif soal kesiapsiagaan bencana gempa megathrust tsunami dan terhadap masyarakat,” katanya.
Lantaran itu, pihaknya ke depan akan mengajak forum kominitas kebencanaan di daerah yang dipimpin Bupati Irna Narulita itu untuk belajar ke GMLS.
“Nanti kami akan mengajak teman – teman dari forum komunitas kebencanaan masyarakat Pandeglang agar bisa mencangkok ide dan gagasan dari sini,” pungkasnya.
Sementara itu ketua GMLS, Anis Faisal Reza menyambut baik kedatangan BPBD Pandeglang. Kata dia, GMLS terus berupaya memberikan edukasi mitigasi kebencanaan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat di wilayah Desa Panggarangan terhadap potensi gempa besar megathrust dan tsunami yang mengancam wilayah tersebut.
“Harapannya, seluruh kelompok masyarakat dapat siap menghadapi bahaya gempa dan tsunami yang mungkin terjadi di wilayah ini,” ungkap Anis.
Dia mengatakan, GMLS diinisiasi sejak tahun 2020 untuk membangun kapasitas masyarakat dalam upaya mitigasi bencana.
Sejak tahun 2020, Institut Teknologi Bandung (ITB), bekerja sama dengan GMLS, U-INSPIRE Indonesia, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah memulai upaya bersama membangun kesiapan tsunami di wilayah Lebak Selatan dengan mengacu pada indikator Desa Tangguh Bencana dan 12 Indikator Tsunami Ready IOC UNESCO.
“Ya, pengurangan resiko bencana gempa megathrust tsunami yang berpotensi terjadi di pesisir barat dan selatan Pulau Jawa terus kita sosialisasikan ke masyarakat. Kami bukannya menakuti warga, tapi memberikan kesadaran dan apa yang mesti dilakukan bila bencana itu sewaktu-waktu datang mengancam,” katanya.
Dia mengatakan, pada tahun 2022 GMLS menerima sertifikat rekognisi (pengakuan) yang diberikan untuk Desa Panggarangan, Kecamatan Panggarangan yang telah diakui menjadi masyarakat siaga tsunami oleh UNESCO-IOC Tsunami Ready Programme.
Rekognisi ini diberikan setelah serangkaian proses yang dilakukan oleh GMLS untuk menerapkan 12 indikator siaga tsunami di Desa Panggarangan.
Desa Panggarangan menjadi desa pertama di Provinsi Banten.
Reporter: Nurabidin
Editor: Aditya











