SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran terkenal sebagai sentra sapu lidi di Kabupaten Serang.
Sapu lidi di Desa Sindangheulanmerupakan salah satu home industri. Aktivitas usaha ini sudah berlangsung puluhan tahun dan diwariskan secara turun temurun .
Salah satunya adalah Saad, warga Kampung Pesagi Serut. Dengan tangan terampilnya, ia mampu membuat ratusan sapu lidi setiap hari
Saad bahkan sudah bergelut di pembuatan sapu lidi sejak kelas empat sekolah dasar (SD). Pria yang tidak tamat sekolah dasar ini memutuskan untuk bekerja sebagai pengrajin sapu lidi.
“Saya sudah berkecimpung di usaha pembuatan sapu lidi ini ya udah puluhan tahun. Ya ini hasilnya, kebeli rumah, punya istri,” katanya, Rabu 28 Juni 2023.
Ia mengatakan, sejak dahulu kampungnya memang sudah terkenal sebagai sentral penghasil sapu lidi. Bahkan ada banyak sekali ornag-orang yang berasal dari luar daerah yang sengaja datang ke Sindangheula khusus mencari sapu lidi.
Saat ini, ia sudah sering mengerjakan pesanan sapu lidi untuk dikirim ke luar daerah.
“Ya alhamdulilah pesanan banyak, bahkan bukan cuma untuk di Banten saja, tapi sampai ke Bandar Lampung dan Karawang,” imbuhnya.
Pasca-Idul Fitri lalu, ia sudah mendapatkan pesanan sebanyak 20 ribu sapu lidi yang akan didistribusikan ke berbagai daerah.
“Jadi selama dua bulan ini alhamdulilah pesanan banyak. Bahkan kalau dihitung-hitung sampai 20 ribu,” jelasnya.
Saat ini, dia sudah mempekerjakan sebanyak empat orang untuk memproduksi sapu lidi.
“Kalau pesanan lagi banyak ya kadang nambah karyawan juga buat ngejar target,” jelasnya.
Sejauh ini ada beberapa kendala yang dia hadapi saat menjalani bisnis tersebut. Kendala itu di antaranya yakni sulitnya memperoleh lidi sebagai bahan baku
“Kalau dulu sih banyak di sekitar sini, cuman sekarang udah gak ada. Kita jadi harus pesen ke kecamatan lain. Kadang ya sulitnya kalau lagi musim tanam padi atau lagi musim hujan. Petaninya enggak ada ayang ngambilin,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Aas Arbi











