SERANG, RADARBANTEN.CO.ID-Jumlah kasus hewan ternak yang yang terjangkit lumpy skin disease (LSD) di Kabupaten Serang bertambah.
Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang tercatat ada 50 kasus LSD baru di Kabupaten Serang yang menyerang sebuah peternakan.
Diketahui, sebelumnya DKPP menemukan 18 kasus baru hewan ternak terjangkit LSD, yakni 13 kasus di Waruwangi dan 5 kasus di Bojonegara.
Kepala DKPP Kabupaten Serang Suhardjo mengatakan, untuk kasus yang sebelumnya ditemukan sudah dapat ditangani dan sudah mendapatkan vaksinasi.
“Untuk kasus pertama yang 13 ekor di Waru Wangi saat ini kondisinya sudah membanik. Sama halnya dengan kasus LSD yang terjadi di Bojonegara, sudah membaik,” katanya, Minggu 9 April 2023.
Kendati demikian, untuk kasus LSD yang terjadi di Waruwangi justru merambah ke peternakan-peternakan di sekitar kawasan tersebut. Bahkan menjangkit hingga 50 ekor sapi di peternakan.
“Saat ini ternyata merambah ke peternakan-peternakan yang ada di warung wangi. Dari laporan yang diterima ada 50 kasus baru LSD yang terjadi di Waru Wangi,” jelasnya.
Pihaknya meminta kepada masyarakat untuk tidak khawatir lantaran penyakit tersebut tidak akan menular ke manusia.
“Sebetulnya, penyakit LSD sendiri tidak akan menular terhadap manusia dan masih dapat dikonsumsi daging hewan yang mengidap LSD. Namun, penyakit tersebut dapat cepat menular bahkan manusia bisa jadi media penularannya,” jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga saat ini telah melakukan upaya penanganan dengan melakukan vaksinasi pertama kepada hewan-hewan yang terkena LSD.
“Memang sudah muncul bintik-bintik di badannya seperti cacar-cacar. Namun sekarang sudah mulai membaik,” jelasnya.
Pihaknya juga saat ini telah menjadwalkan pelaksanaan vaksinasi ke dua untuk hewan-hewan yang terkena LSD. “Hari ini jadwalnya vaksinasi yang ke dua, sekarang sudah ada perkembangan baik,” imbuhnya.
Lebih lanjut guna mengantisipasi Penukaran lebih meluas, pihaknya akan melakukan vaksinasi masal agar penyakit tersebut tidak terus meluas. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor : Merwanda











