TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID-Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel akan membeli lahan seluas 70 meter untuk akses masuk menuju SDN Lengkong Karya.
Walikota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan, Pemkot Tangsel akan membeli lahan 70 meter kepada dua orang pemilik lahan, yakni Hardi Widjaja dan Supardi Bagor, dengan kesepakatan pembelian lahan mereka masing-masing 40 meter dan 30 meter.
“Sudah sepakat, kesepakatan tertulisnya sudah selesai. Kita butuhnya hanya 70 meter. Jadi ada dua pemilik, masing-masing kita beli 40 meter dan 30 meter,” ujar Benyamin di Puspemkot Tangsel, Kamis, 20 Juli 2023.
Benyamin mengatakan, pembelian lahan 70 meter lahan akan selesai pada Oktober mendatang, menunggu cairnya APBD Perubahan. “Setelah deal ini, di APBD Perubahan kita siapkan anggarannya,” jelasnya.
Benyamin mengatakan, dengan dibelinya 70 meter lahan baru tersebut, maka akses masuk sekolah akan dipindahkan dan tidak lagi melalui akses masuk menuju lahan yang dimiliki Hardi Widjaja, pemilik lahan yang memagar separuh gerbang masuk SDN Lengkong Karya.
“Tembok (milik Hardi Widjaja-red) itu enggak perlu dibongkar, karena pintu masuk sekolah akan kita pindahkan mengarah ke lahan yang kita beli. Jadi tidak menggangu akses pemilik lahan yang sekarang ini, masih bisa digunakan wara-wiri,” jelas Benyamin.
Benyamin menambahkan, pihaknya telah mengundang tim apparsial untuk menaksir harga lahan yang mau dibeli tersebut. Menurutnya, harganya masih dalam taraf wajar.
“Harganya tidak terlalu mahal kok, hanya puluhan juta saja, tapi kan yang menentukan itu mencari titik temu berapa nilai tanahnya,” jelasnya.
Benyamin mengungkapkan, kendala pembelian lahan yang dipersoalkan itu terletak pada tarik menarik harga lahan.
“Kendalanya, luasnya mereka meminta kita membeli 1.500 meter, ya gak bisa kita membeli 1.500 meter, nanti jadi temuan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan), kita hanya butuhnya 70 meter,” jelas Benyamin.
Sementara itu Hardi Widjaja memiliki versi berbeda terkait luas lahan yang disepakati untuk dibeli. Menurut Hardi, luas lahan yang disepakati untuk dibeli adalah 80 meter, terdiri dari 60 meter lahan miliknya dan 20 meter lahan milik Supardi Bagor.
“Mungkin Bapak Walikota tidak tahu jelas total luas tanah yang mau diganti rugi. Yang disebutkan Bapak Matoda dari Dewan dan Pak Rudy dari Dinas Pendidikan kemarin itu sudah betul, total 80 meter, terdiri dari tanah saya 60 meter dan tanah Supardi Bagor 20 meter,” ujarnya.
Reporter: Syaiful Adha
Editor: Aditya











