LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Aksi ratusan pedagang kaki lima (PKL) Pasar Rangkasbitung di depan gedung DPRD Lebak yang meminta pintu perlintasan sebidang atau pintu kereta dekat Pasar Rangkasbitung agar dibuka kembali dan tidak ditutup secara permanen, belum menemukan jalan dan solusi.
Ketua Ikatan Mahasiswa Lebak (Imala) Cabang Rangkasbitung, Ayudi mengatakan, apa yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak tidak memihak pedagang kaki lima (PKL).
“Seharusnya pemerintah memberi solusi tetapi ini, memutuskan begitu saja akhirnya pedagang yang sekitar pintu sebidang merugi,” katanya kepada Radar Banten, 8 Agustus 2023.
Diungkapkannya, seharusnya Pemkab Lebak dan DPRD segera memberikan ruang solusi dengan permintaan ratusan PKL yang mengantungkan hidupnya di sekitar pintu perlintasan sebidang Stasiun Rangkasbitung.
“Di situ bukan hanya bicara penutupan saja, tetapi kita harus ingat banyak hajat dan hidup orang yang banyak yang mencari nafkah di situ,” ujarnya.
Menurut, Ayudi, apa yang telah dilakukan Pemkab Lebak akan berdampak buruk dan tidak berpihak sama sekali kepada masyarakat.
“Jadi ini sangat tidak berpihak dan merugikan bagi pedagang dan harus pemerintah memberikan solusi bagi mereka ya,” ucapnya.
Penutupan pintu secara dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Dirjen Perkeretaapian (DJKA) karena ada perluasan Stasiun Rangkasbitung.
Reporter : Nurandi
Editor: Aas Arbi











