SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Ketua Komisi IV DPRD Banten Fraksi Gerindra M Nizar mengendus adanya akal bulus dalam penggunaan APBD Pemprov Banten tahun anggaran 2023.
Menurutnya, ada politik anggaran yang menyebabkan serapan APBD Pemprov Banten saat ini masih rendah.
Politik anggaran itu mengindikasikn bahwa ada perencanaan yang menyiapkan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan alias Silpa APBD Banten dengan nominal tertentu.
Hal itu bukan tanpa alasan, sebab hingga kini terdapat pembiaran dalam serapan APBD Pemprov Banten tahun anggaran 2023 yang saat ini masih sangat rendah.
“Begini Silpa itu adalah sisa anggaran ya dalam penyerapan yang tersisa karena tidak bisa dilaksanakan, kan begitu. Jadi misal ada program A dengan anggaran sekian tapi tidak terlaksana, itu anggarannya tidak akan terserap dan menjadi Silpa. Dan nyatanya saat ini banyak program yang belum terlaksana,” kata M Nizar dalam acara diskusi publik bertema “Serapan Anggaran Rendah : Apa Dampak dan Resolusinya” di Gedung DPRD Banten, Kota Serang, Selasa 8 Agustus 2023.
Nizar pun makin meyakini bahwa terdapat Silpa yang direncanakan dengan meninggat adanya surat edaran (SE) optimalisasi anggaran yang dikeluarkan oleh Penjabat (Pj) Sekda Banten M Tranggono pada awal bulan tahun 2023 ini.
Nizar pun mengungkapkan, pada SE itu disebutkan terdapat beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang harus menyisahkan anggaran dengan nominal fantasis. Seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Banten dan Dinas Perumahan Rakyat Dan Kawasan Permukiman Provinsi Banten.
“Kenapa saya bilang di rencanakan, karena ini pelaksanaannya belum, tapi sudah ada siasat untuk membuat anggaran itu tersisa. Buktinya ada surat edaran itu, eh PUPR kamu harus sisain anggaran ya Rp137 miliar, Perkim saya minta Rp56 miliar, ya enggak boleh begitu,” ungkapnya.
Anggota Badan Anggaran DPRD Banten ini pun mengaku tidak mengetahui tujuan dari adanya perencanaan Sipa itu.
“Nah ini buat apa, ini yang sampai dengan hari ini saya belum mendapat penjelasannya ya. Diakhir baru nanti akan kita ketahui,” ucapnya.
Ia pun menyebut bahwa kondisi Banten di tengah rendahnya serapan anggaran ini tidaklah baik-baik saja. Sebab, saat ini banyak program pembangunan yang belum dilaksanakan, dan penyerapan anggaran pun hanya dilakukan untuk belanja operasional saja.
“Banten sedang tidak baik-baik saja, maka saya dipandang perlu menyampaikan kondisi ini semua kepada rekan-rekan semua baik itu mahsiswa, akademisi maupun tokoh masyarakat. Kita masih memiliki waktu untuk melakukan evaluasi, apakah teman-teman semua akan membiarkan kondisi ini begitu saja,” pungkas politisi Gerindra ini.
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Aas Arbi











