CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Cilegon menyebut, lahan pertanian di Kota Cilegon relatif aman dari ancaman kekeringan, meski saat ini musim kemarau sedang melanda.
Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pertanian pada DKPP Kota Cilegon, Mustofa, saat dikonfirmasi di kantornya terkait dampak kemarau panjang, Selasa, 29 Agustus 2023.
“Dampak kemarau di sejumlah pertanian di Cilegon masih aman karena dari 1.300 hektare luas pertanian di Cilegon hampir 80 persen para petani di Cilegon sudah terbiasa dan mengandalkan pertanian tadah hujan yang bisa ditanami setahun sekali untuk tanaman padi,” kata Mustofa.
Kendati demikian, kata Mustofa, di musim kemarau tidak sedikit petani padi, petani kacang, petani melon, dan petani buah naga yang mengeluhkan kekurangan air.
“Mereka (para petani) banyak yang mengharapkan hujan turun, karena di sini mayoritas pertanian tadah hujan jadi sementara mereka mengandalkan sumur yang dibuat para petani,” paparnya.
Sedangkan sisanya, lanjut Mustofa, 20 persen lahan pertanian masih mengandalkan aliran air dari irigasi, seperti pertanian padi di wilayah Kecamatan Cibeber dan Jombang.
“Hanya 20 persen pertanian di Cilegon mengandalkan irigasi. Untuk mengatasi itu, kita melakukan penyedotan air dari sungai ke sawah dengan mesin pompa secara bergantian sehingga dengan cara ini bisa ditanami dua kali dalam setahun,” katanya.
Namun ketika disinggung terkait kerugian dampak kemarau, pihaknya belum memastikan besaran jumlahnya. (*)
Reporter: Rajudin
Editor: Agus Priwandono











